Fakta Unik Pulau Aogashima, Penduduknya Tinggal di Dalam Kawah Gunung Berapi

Meski terletak di wilayah Tokyo, Jepang, Pulau Aogashima memiliki kondisi yang jauh dari modernitas kota metropolitan tersebut.

Fakta Unik Pulau Aogashima, Penduduknya Tinggal di Dalam Kawah Gunung Berapi
Instagram/kawaiiyuni
Pulau Aogashima 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pernah membayangkan bagaimana tinggal di tempat ekstrem dan berbahaya?

Tanya saja kepada penduduk di Pulau Aogashima.

Meski terletak di wilayah Tokyo, Jepang, Pulau Aogashima memiliki kondisi yang jauh dari modernitas kota metropolitan tersebut.

Bahkan, tidak ada akses internet di pulau yang terbilang cukup berbahaya untuk ditinggali ini.

Dikutip TribunTravel dari laman Intisari Online, bentang alam utama di Pulau Aogashima berupa gunung berapi.

Aogashima adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Filipina, Jepang.

 Tidak Sama! Ini 4 Pakaian Tradisional Khas Jepang yang Sekilas Mirip Kimono

Sementara, jaraknya dari Kota Tokyo adalah 358 kilometer.

Aogashima adalah pulau paling selatan dan paling terpencil di Kepulauan Izu.

Selain itu, Aogashima merupakan bagian dari Taman Nasional Fuji-Haikone-Izu.

Pulau Aogashima memiliki luas wilayah sekitar 8,75 km2, dengan panjang 3,5 km dan lebar 2,5 km.

Aogashima adalah pulau vulkanik, bahkan memiliki gunung yang masih aktif.

Pulau Aogashima terbentuk oleh 4 buah kaldera yang saling tumpang tindih.

Kaldera adalah cekungan atau kawah vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung berapi.

Sehingga jika dilihat dari atas, bentuk pulau Aogashima seperti sebuah wajan.

Pulau ini pun dikelilingi oleh tebing yang tinggi dan terjal.

Gunung di Pulau Aogashima terakhir kali meletus pada 1785.

Letusannya saat itu menewaskan sekitar 140 dari total sekitar 375 jumlah penduduk.

Meskipun Aogashima termasuk gunung berapi kelas C, gunung itu perlu diwaspadai karena bisa saja sewaktu-waktu meletus.

Namun kini, 170 penduduk pulau itu hidup dengan tenang di pulau terpencil yang hanya memiliki satu kantor pos, satu sekolah dasar, dan satu sekolah menengah tersebut.

Dan tahukah kamu, sebagian besar penduduknya tinggal di dinding kawah?

Umumnya mereka hidup dari bertani, meskipun ada juga beberapa orang pegawai pemerintahan.

Sebetulnya para penduduk sudah tahu cerita tentang dahsyatnya letusan gunung Augoshima.

Namun, mereka memilih tetap bertahan untuk tinggal di situ.

Menurut mereka, letusan itu sudah lama terjadi, sudah lebih dari 230 tahun yang lalu.

Mereka berpendapat, untuk apa memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.

Lebih baik fokus pada pekerjaan mengolah tanah yang sangat subur akibat letusan gunung.

Selain tanah yang subur, Aogashima juga dikaruniai pemandangan yang indah.

Aogashima hanya bisa dicapai dengan helikopter yang berkapasitas 9 orang.

Helikopter itu take off dari Pulau Hachijojima.

Sementara akses menuju Aogashima menggunakan kapal laut memang lagak sulit.

Pasalnya, Pulau Aogashima dikelilingi tebing yang tinggi dan terjal.

Di sana sama sekali tidak ada pantai dan teluk, sehingga cukup berbahaya bagi kapal untuk berlabuh.

Namun, sekarang dermaga kapal sedang dibangun sehingga kapal akan bisa berlabuh dengan aman.

 Fakta Unik Obon, Festival Orang Mati di Jepang yang Kental Tradisi

 5 Toko Pakaian Bekas Terbaik di Tokyo Jepang, Mampir ke Harajuku Chicago

 Penyakit Tak Biasa di Jepang Ini Buat Penderitanya Takut Bertemu Orang Lain

 4 Merek dan Toko Fashion Terbaik di Jepang untuk Wanita Plus Size

 Toilet Desa Wisata Jepang Pasang Larangan Cuci Kaki Pakai Bahasa Indonesia, Fotonya Viral di Medsos

TribunTravel/ Rizki A Tiara

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved