5 Fakta Unik Cap Go Meh, Disebut Hari Kasih Sayang Versi China

Perayaan Cap Go Meh biasanya berlangsung meriah di sejumlah kota di Indonesia. Berikut ini fakta unik di balik Cap Go Meh.

KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN
Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perayaan Cap Go Meh di Indonesia tidak kalah meriah dengan Tahun Baru Imlek.

Di Singkawang misalnya, terkenal dengan festival Cap Go Meh yang mampu menarik wisatawan dalam maupun luar negeri.

Uniknya, penyebutan kata Cap Go Meh yang populer di Indonesia, berbeda dengan negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura lho.

Berikut ini adalah lima fakta seputar Cap Go Meh:

Naga di Cap Go Meh Singkawang 2017.
Naga di Cap Go Meh Singkawang 2017. (Kompas.com/Muhammad Irzal Adikurnia)

1. Arti Nama Cap Go Meh

Cap Go Meh Bogor

Kata Cap Go Meh diserap dari Bahasa Hokkian.

Cap berarti sepuluh, Go berarti lima, sedangkan Meh berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

2. Sejarah Cap Go Meh

Cap go meh Singkawang

Cap Go Meh diperkirakan sudah dirayakan sejak 2.000 tahun lalu.

Sejak zaman Dinasti Han (206 Sebelum Masehi-25 Masehi) ketika biksu Budha harus membawa lentera untuk ritual indah.

Mereka kemudian menerbangkan lentera tersebut, sebagai simbol untuk melepas nasib lalu yang buruk dan menyambut nasib baik untuk masa mendatang.

Dari sini mengapa Cap Go Meh identik dengan lentera.

3. Hari Kasih Sayang Versi China

Suasana Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak tahun 2017 (7/2/2017)

Disebut Hari Kasih Sayang versi China lantaran pada zaman dahulu, perempuan yang belum menikah tidak diperkenankan meninggalkan rumah seorang diri kecuali pada perayaan Cap Go Meh.

Sehingga beberapa hari perayaan ini menjadi waktunya bersosialisasi dengan semua orang, terutama lawan jenis calon pasangan hidup.

Menyalakan lentera juga identik dengan tanda atau harapan akan mendapat kehidupan percintaan yang lebih baik.

4. Akhir dari Hal Tabu di Perayaan Imlek

Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu (28/2/2018).

Saat perayaan Imlek ada banyak hal tabu yang tidak boleh dilakukan atau dibeli.

Misalnya tidak boleh membeli sepatu, buku, menangis, dan lain hal.

Cap Go Meh merupakan penanda perayaan Imlek telah usai, begitu pula dengan hal-hal yang dianggap tabu.

5. Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018).

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia terbilang istimewa karena telah berakulturasi dengan budaya setempat.

Misalnya di Singkawang adanya ritual pawai tatung, pembakaran replika naga untuk menolak bala satu kota.

Di Pulau Jawa, Tionghoa merayakan dengan lontong cap go meh, yang merupakan kuliner serapan dari ketupat lebaran.

Hanya bentuknya bulat, menyerupai bulan purnama yang biasa bersinar di penanggalan 15 China.

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved