Breaking News:

5 Negara yang Hilang dari Peta Dunia, Ada Tibet Hingga Yugoslavia

Kali ini, TribunTravel telah merangkum 5 negara di dunia yang 100 tahun yang lalu masih eksis tapi kini sudah tidak ada dari laman Reader's Digest.

Jodocus Hodius/Wikimedia Commons
Peta Asia Tenggara Insulae Indiae Orientalis karya kartografer Jodocus Hondius terbit 1606. Dalam peta ini Hondius membuat catatan berlabuhnya Francis Drake di Cilacap, menandai berakhirnya teka-teki rupa pesisir selatan Jawa, juga bentuk sesungguhnya pulau itu. 

Meskipun Tibet diasosiasikan dengan para biksu Buddha yang damai dan pemimpin spiritualnya, Dalai Lama, wilayah barat laut India ini telah menjadi rebutan selama berabad-abad.

Tibet sebenarnya adalah negara yang independen sepenuhnya, tapi hanya dari 1912 hingga 1951, ketika menjadi bagian dari China.

Upaya untuk "membebaskan Tibet" sedang berlangsung, dan Dalai Lama pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, yang kini sudah pensiun, masih tinggal di pengasingannya di India.

Tibet juga merupakan tempat tujuan bagi para petualang dan pendaki gunung karena tempat ini memiliki titik tertinggi di Bumi, Gunung Everest.

3. Neutral Moresnet

(Nataliya Nazarova/Shutterstock)

Jika kamu belum pernah mendengar tentang Netral Moresnet, itu bukanlah hal yang aneh.

Negara sangat kecil ini hanya memiliki luas wilayah tidak sampai satu mil persegi.

Neutral Moresnet dibentuk dari kesepakatan antara Belanda dan Prusia pada 1816, sehingga kedua negara dapat sama-sama memiliki akses ke tambang seng.

Neutral Moresnet memiliki bendera sendiri dan bahkan membuat uang koinnya sendiri.

Sejumlah upaya dilakukan untuk mengubah negara kecil menjadi wilayah utopia dengan 'bahasa buatannya; sendiri, Esperanto.

Namun, wilayah Neutral Moresnet menjadi korban Perang Dunia I, dan kini menjadi bagian dari Belgia.

Namun, penduduknya saat ini masih merayakan ulang tahun didirikannya Neutral Moresnet.

4. Abyssinia

(Chameleons Eye/Shutterstock)

Abyssinia sebenarnya adalah nama panggilan dari bangsa Arab dan Eropa untuk Ethiopia seratus tahun yang lalu.

Selama masa Scramble of Africa atau 'Perebutan Afrika' pada akhir abad ke-19, Italia mencoba untuk merebutnya, tetapi tidak dapat menggulingkan kekaisaran Ethiopia.

Faktanya, negara itu tidak pernah dijajah dan merupakan satu dari sedikit negara merdeka di Afrika sampai orang-orang Italia di bawah Mussolini menguasainya dalam waktu singkat di akhir 1930-an.

Setelah Perang Dunia II, Ethiopia menjadi satu di antara negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejarah Ethiopia memang kaya.

Hal itu dapat dilihat dari fosil manusia tertua di dunia yang pernah ditemukan, dan ditemukannya buku yang diduga Kitab Suci Tabut Perjanjian (Ark of the Covenant).

5. Ceylon

(gadventures.com)
Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved