Breaking News:

Dianggap Tidak Sopan, Ini 5 Alasan Pelayan Restoran di Jepang Tidak Mau Terima Uang Tip

Ada banyak hal yang umum dilakukan di negara lain, namun dianggap kasar di Jepang. Satu di antaranya adalah memberi uang tip bagi pelayan restoran.

Kolase TribunTravel
Ilustrasi uang tip di Jepang dan struk pembayaran yang melarang pemberian uang tip 

Ada uang kembalian 2 dolar untukmu, tapi kamu berikan pada petugas kasir dengan mengatakan, "ambil saja kembaliannya."

Cara seperti ini sangat umum dilakukan oleh negara Barat.

Memberi tip untuk pekerja jasa tertentu sangat umum dilakukan, termasuk pada supir taksi, pelayan restoran dan petugas hotel.

Tidak demikian dengan Jepang.

Mereka memberlakukan aturan bahwa tidak ada pekerjaan di sektor jasa yang memerlukan pemberian tip, sehingga pengusaha harus menawarkan upah per jam yang cukup tinggi agar mereka mau bekerja sebagai pramusaji.

2. Jepang memiliki aturan pseudo-tipping.

rocketnews
rocketnews

Di banyak restoran Jepang, setelah tamu duduk, maka secara otomatis akan dihidangkan hidangan pembuka porsi kecil.

Eits, tapi ini bukan sambutan gratis.

Hidangan pembuka ini disebut otoshi, yang harus kamu bayar, baik kamu inginkan maupun tidak.

Otoshi biasanya dihargai sekitar 500 yen per orang, tergantung jenis restorannya.

Otoshi biasanya ukurannya kecil, hanya dua atau tiga gigitan saja.

Otoshi bisa berupa buah, biskuit dan salad.

Tujan otoshi adalah menambah biaya layanan untuk makanan.

Sebagian besar restoran kasual, seperti ramen, restoran sushi bar, dan okonomiyaki tidak memiliki sistem otoshi.

Di kedai-kedai izakaya dan gastropub, otoshi cukup umum.

Biasanya kamu akan tahu biaya otoshi setelah mendapat struk tagihan.

3. Restoran Jepang sering mengambil jam istirahat panjang di sore hari.

Satu lagi alasan kenapa pelayan restoran di Jepang tidak perlu uang tip karena mereka mendapat insentif jika bekerja di jam sibuk, biasanya jam makan pagi, makan siang atau makan malam.

Sementara waktu antara jam 2 siang hingga jam 6 sore lalu lintas pelanggan tidak terlalu padat, dan bisa dipakai untuk istirahat.

Jika traveler liburan ke Jepang, coba perhatikan restoran pasti tutup pada sore hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved