Rekomendasi Kuliner

Mendoan Kriuk, Kuliner khas Banyumas yang Renah dan Gurih di Lidah

Mendoan kriuk panas tersebut semakin nikmat disantap jika dicolekkan ke sambal kecap, atau dimakan bersama cabai rawit.

Kompas.com/Inadha Rahma Nidya
Sepiring mendoan kriuk disajikan bersama sambal kecap 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 10x6 centimeter (cm) dan banyak remahan tepung di atasnya, membuat mendoan kriuk selalu menggoda untuk dinikmati.

Terlebih jika mendoan kriuk yang disajikan baru matang dan diangkat dari penggorengan.

Mendoan kriuk panas tersebut semakin nikmat disantap jika dicolekkan ke sambal kecap, atau dimakan bersama cabai rawit.

Ketika dikunyah, rasanya bercampur antara gurih, manis, dan pedas. Remahan tepungnya membuat bunyi kriuk-kriuk terdengar dari mulut.

Warga Banyumas Buat Turutu, Terompet Tradisional yang Unik untuk Sambut Tahun Baru 2020

Pengembangan dari mendoan

Perlu diketahui, mendoan kriuk adalah inovasi atau pengembangan dari mendoan.

Makanan khas asli Banyumas, Jawa Tengah ini adalah panganan berbahan dasar tempe yang dibalut dengan tepung dan bumbu. Mendoan berasal dari kata mendo yang artinya setengah matang.

Jadi sesuai namanya, setelah dicelupkan ke adonan dari tepung beras, tepung terigu, daun bawang, garam, bawang, dan ketumbar, tempe hanya digoreng setengah matang saja, dan langsung disajikan.

Tempe yang digunakan untuk mendoan pun bukan sembarang tempe, melainkan tempe khas Banyumas yang memiliki ukuran lebih lebar dan tipis dibandingkan tempe biasa.

Tempe mendoan Banyumas juga memiliki tekstur lebih lembek, dan tidak terlalu padat. Itulah yang membedakan mendoan di Banyumas dengan mendoan yang ditemui di kota lain.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Gigih Prayitno
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved