5 Alasan Aneh yang Pernah Buat Orang Dideportasi, Punya Tato hingga Main Film

Kali ini, TribunTravel telah merangkum 5 alasan aneh kenapa seseorang dideportasi dari negara tertentu.

5 Alasan Aneh yang Pernah Buat Orang Dideportasi, Punya Tato hingga Main Film
freepressjournal.in
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Deportasi merupakan satu hal yang dapat menimpa seseorang saat bepergian ke negara lain, selain negara asalnya.

Menurut KBBI, deportasi sendiri bermakna 'pembuangan', 'pengasingan', atau 'pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sebagai hukuman, atau karena orang itu tidak berhak tinggal di situ.'

Sementara mendeportasi berarti memulangkan ke negara asal.

Selain itu, deportasi juga merupakan hal yang sewaktu-waktu dapat menimpa para imigran, baik legal maupun ilegal.

Nah, ada beberapa alasan di mana seseorang harus dideportasi, bahkan beberapa di antaranya terbilang aneh.

Kali ini, TribunTravel telah merangkum 5 alasan aneh kenapa seseorang dideportasi dari negara tertentu.

Ulasan ini dilansir dari laman list25.com.

1. Menyetir dengan kecepatan tinggi (mengebut)

ILUSTRASI menyetir sembari mendengarkan radio
ILUSTRASI menyetir sembari mendengarkan radio (JESHOOTS.com)

Pada 2013, Kuwait mengurangi sejumlah populasi ekspatriat dengan cara mendeportasi beberapa dari mereka yang tertangkap karena mengebut.

Tak hanya itu, mengemudi tanpa SIM, menggunakan mobil untuk angkutan umum, atau melanggar lampu merah dapat membuat orang dideportasi.

Total ada 1.258 orang yang dideportasi akibat pelanggaran lalu lintas.

2. Tato

Gambar Tato dengan Tema Travelling yang Unik dan Menarik
Gambar Tato dengan Tema Travelling yang Unik dan Menarik (Instagram)

Seorang perempuan Inggris yang memasuki Sri Lanka ditahan ketika pihak berwenang tersinggung dengan tato gambar Buddha yang dimilikinya.

Dia ditangkap di bandara utama negara tersebut dan harus menghadapi pengadilan di hadapan hakim.

Tanpa mengatakan tuduhan apa yang diajukan terhadapnya, mereka memerintahkan untuk mendeportasi perempuan tersebut.

3. Terluka saat bekerja

Ilustrasi luka
Ilustrasi luka (crhoy.net)

Berasal dari Honduras, Nixon Arias telah bekerja sebagai tukang kebun di Amerika Serikat selama bertahun-tahun, sebelum jatuh dari mesin pemotong rumput dan punggungnya terluka.

Sebagai kompensasi pekerja, Nixon mendapatkan prosedur untuk menyembuhkan sakitnya yang kronis.

Namun, perusahaan asuransi menemukan dia menggunakan nomor jaminan sosial palsu dan menolak klaimnya.

Segera setelah itu, dia ditahan karena penipuan asuransi dan menghabiskan satu setengah tahun di penjara sebelum akhirnya dideportasi.

4. Menjadi yatim piatu

Ilustrasi deportasi
Ilustrasi deportasi (The Daily Beast)

Terlahir dengan nama Shin Song Hyuk, Adam Crapser datang ke Amerika Serikat dari Seoul saat ia masih berusia 3 tahun setelah ditinggalkan oleh orang tuanya.

Dibesarkan di beberapa panti asuhan yang sangat kasar, dia tidak memiliki masa kecil yang indah.

Akhirnya, dia menemukan jalan yang lebih baik, yakni mendapat pekerjaan penuh waktu, dan mulai berkeluarga.

Namun, orang tua angkatnya tidak pernah menguruskan kewarganegaraan AS untuk Adam, hingga akhirnya otoritas imigrasi mendatanginya.

Pada saat pelaporan, Adam menghadapi sidang deportasi pertamanya.

5. Bermain film

Menjadi populer setelah perannya dalam film James Bond, 'Tomorrow Never Dies', Michelle Yeoh kemudian memerankan pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dan dideportasi karena hal itu.

Ketika dia terbang ke kota Rangoon, Myanmar, Michelle dihentikan dan segera dipulangkan kembali ke negara asalnya pada penerbangan pertama yang tersedia.

Ketahuan Bawa Daging Babi, Seorang Turis Dideportasi dari Australia

Dideportasi Saat Traveling ke Korea, Traveler Asal Malaysia Ini Akhirnya Pilih Liburan ke Bandung

Jangan Pernah Lakukan 7 Hal Ini saat Liburan ke Korea Selatan, Deportasi Siap Menanti

Datang ke Bali Tanpa Paspor, WNA Uganda Dideportasi Imigrasi Singaraja

TribunTravel/Rizki A Tiara

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved