Sudah Mulai Mekar, Ini 4 Fakta Unik Taman Bunga Amarilis yang Sempat Viral di Medsos

Taman bunga amirilis di Gunungkidul, Yogyakarta dilaporkan sudah mekar. Taman Bunga Amarilis sempat viral di medsos pada tahun 2015 lalu

Sudah Mulai Mekar, Ini 4 Fakta Unik Taman Bunga Amarilis yang Sempat Viral di Medsos
Instagram/ghilangsptr_
Taman bunga amarilis di di Ngasem Ayu, Salam, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Taman bunga amirilis di Gunungkidul, Yogyakarta dilaporkan sudah mekar.

Dikutip dari Kompas.id, taman bunga amarilis yang sempat viral di medsos ini sudah didatangi pengunjung.

Taman Bunga Amarilis sempat viral di medsos pada tahun 2015 lalu.

Dulunya hanya satu kebun bunga amarilis yang ada di Gunungkidul.

Berkat viral di medsos, banyak warga ikut mengembangkan bunga amarilis.

Saat ini sudah banyak taman bunga amarilis yang digunakan untuk berfoto.

Bunga amarilis ini biasanya mekar saat musim penghujan.

Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk mengunjunginya.

Sebelum mengunjunginya ketahui 4 fakta tempat wisata bunga amarilis berikut ini.

1. Bunga amarilis dianggap gulma

Menurut pemilik kebun bunga amirilis, Sukadi mengatakan umbi bunga amarilis dulunya dibuang oleh warga.

"Dua tahun setelah menikah, tepatnya tahun 2002 saya berpikiran menyelamatkan tanaman yang dianggap gulma oleh masyarakat," kata Sukadi kepada Kompas.com.

Ia sempat menjual bibit amarilis namun tidak laku pada tahu tahun 2003.

2. Tanaman ini sempat dibasmi sejak tahun 70 an

"Awalnya keinginan saya itu hanya menyelematkan tanaman gulma ini. Tahun 1970 an tanaman ini banyak dijumpai bahkan sampai ke pelosok. Tetapi oleh petani dibabat habis. Tidak kepikiran mau jadi seperti saat ini," ujar Sukadi.

Menurut Sukadi, jika sejak tahun 70an amarilis tidak dibasmi, mungkin ada miliaran bunga amarilis yang sudah menjadi ikon di Gunungkidul.

3. Sempat dicibir

Masih membekas kuat diingatan Sukadi saat dicibir oleh tetangga hingga saudara, karena dirinya mengumpulkan gulma.

Puncaknya pada 15 November 2015.

Saat itu ada kegiatan kirab budaya di desanya.

Dirinya bersama beberapa warga membuat gunungan dari bunga amarilis.

Namun, saat dijalankan, sebagian masyarakat mencibirnya.

4. Viral di media sosial

Pada 2014, amarilis mulai bisa tumbuh. Kemudian, pada 2015, bunga-bunga amarilis bisa mekar bersamaan hingga fotonya viral di media sosial.

Waktu itu, Sukadi tak menyangka kebun miliknya menjadi viral.

Ia pun tidak mempersiapkan jalur bagi wisatawan.

5. Punya teman dari berbagai negara

Selain dari dalam negeri, orang-orang dari luar negeri pernah menghubunginya.

Salah satunya yang paling aktif adalah seorang warga keturunan Indonesia yang tinggal di Jerman.

Sukadi pernah mendapat bantuan modal uang, hingga bibit amarilis untuk ditanam.

Menurut Sukadi, orang dari berbagai negara pernah berkunjung ke kebun bunga miliknya. Selain untuk belajar, orang-orang juga ingin mengetahui langsung kebun bunga yang sempat viral itu.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Cerita Pemilik Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul yang Sempat Viral di Medsos

5 Tempat Wisata di Gunungkidul, Jogja yang Hits dan Kekinian untuk Liburan Akhir Pekan

Selain Pantai, 7 Tempat Wisata di Gunungkidul Ini Tak Kalah Cantik

Ikuti kami di
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved