Fakta Unik Tengkleng, Kuliner Bertahan Hidup Warga Solo di Zaman Penjajahan

Belum lengkap rasanya bila berkunjung Solo, Jawa Tengah belum menikmati tengkleng. Kota Solo terkenal sebagai sentra penjual tengkleng yang terkenal

Fakta Unik Tengkleng, Kuliner Bertahan Hidup Warga Solo di Zaman Penjajahan
tribunjogja/hamim thohari
Tengkleng 

Biasanya tengkleng dinikmati dengan cara dibrakoti atau dikrikiti bahasa Solonya, yang atinya digigit dengan jumlah kecil.

Terkadang cara makan ini dipandang dengan tidak etis namun itulah  letak kenikmatannya.

Filosofi di semangkuk tengkleng...

Tak sampai di sana didalam tulang kambing, Heri menyebutkan bisa ditemukan sumsum tulang yang memiliki rasa yang khas.

Sumsum tulung ini biasanya disesepi, yang terarti dihisap secara berlahan agar menemukan letak kenikmatannya.

Tengkleng Klewer Bu Edi Solo
Tengkleng Klewer Bu Edi Solo (Tribun Jateng/Suharno)

Menurut Heri menikmati tengkleng bukan hanya untuk mencari kenikmatan atau sekadar kenyang. Namun juga meresapi filosofi tidak mudah takluk oleh penderitaan hidup.

"Keragaman makanan itu bermula dari kreativitas orang Jawa yang dipicu welingan (nasihat) leluhur: Jangan membuang nasi. Itu adalah upaya menghormati Dewi Sri," jelas Heri.

"Tak hanya soal pemilihan sisa daging kambing, takaran santan dan bumbu, namun tidak pula menyia-nyiakan bahan pemberian Gusti Allah sekalipun berwujud tulang dan jeroan," jelas Heri.

Kreativitas orang Solo dalam mengolah makanan saat masa penjajahan bukan cuma tengkleng.

Tengkleng Klewer Bu Edi
Tengkleng Klewer Bu Edi (TribunVideo)

Masih ada sate kere, timlo dan bakmi Jawa yang lahir dari keterbatasan. Uniknya makanan-makanan ini yang menjadi ciri khas kuliner Solo sampai sekarang. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved