Selain Gunung Semeru, Fenomena Topi Awan Pernah Muncul di Gunung Merbabu hingga Lawu

Fenomena topi awan yang langka baru-baru ini muncul di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Selain Gunung Semeru, Fenomena Topi Awan Pernah Muncul di Gunung Merbabu hingga Lawu
Instagram/tnbromotenggersemeru
Fenomena topi awan Gunung Semeru, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Gunung Semeru di Jawa Timur tampak berbeda pagi ini, Kamis (7/11/2019).

Muncul awan yang bentuknya seperti topi, menyelimuti puncak Gunung Semeru.

Tampilan awan di atas Gunung Semeru itu dikenal sebagai fenomena topi awan.

Potret fenomena topi awan di Gunung Semeru ini diunggah di akun @tnbromotenggersemeru.

Gunung Semeru Ditutup Sementara, Pendaki yang Sudah Booking Diimbau Lakukan Reschedule

Maia Estianty Lebih Pilih Nikmati Panorama Gunung Semeru Naik Jet Pribadi daripada Mendaki

Ada lima foto yang menampilkan indahnya Gunung Semeru dengan puncak berselimut topi awan berwarna putih.

Postingan tersebut mendapat lebih dari 2 ribu like dan puluhan komentar.

Dalam kolom caption, tertulis kalau fenomena topi awan atau disebut juga awan lenticular itu umum terjadi.

"Menurut literatur, awan tersebut terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan atau perbukitan, sehingga menimbulkan pusaran di puncak seperti topi caping," begitu potongan caption di postingan Instagram tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Marufin Sudibyo, astronom amatir Indonesia mengatakan, awan lenticular memiliki sifat statis alias tidak bergerak, atau selalu menetap di satu tempat.

Saat putaran stasioner terjadi, awan lentikular dapat bertahan di atas puncak gunung selama beberapa jam hingga berhari-hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Kurnia Yustiana
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved