9 Fakta Unik Bhutan, Negara yang Tidak Memiliki Internet dan TV

Fakta unik negara Bhutan yang jarang diketahui oleh banyak orang, termasuk adanya perawatan kesehatan gratis

9 Fakta Unik Bhutan, Negara yang Tidak Memiliki Internet dan TV
Pulse.ng
Bhutan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Fakta unik negara Bhutan yang jarang diketahui oleh banyak orang, termasuk adanya perawatan kesehatan gratis hingga tidak adanya tuna wisma disana.

Negara yang terletak di antara India dan China ini ditutup untuk para turis hingga 1974.

Meski sempat ditutup namun kini wisatawan bisa mengunjungi Bhutan dan harus siap dengan banyaknya peraturan yang mereka tetapkan.

Walaupun sudah mulai terbuka dan menerima kunjungan wisatawan, namun Raja Bhutan masih berusaha membatasi jumlah wisatawan menggunakan banyak metode berbeda.

Baca juga:

 Bhutan hingga Korea Utara, 5 Negara di Dunia yang Terkenal Paling Sulit Dikunjungi

 6 Pelajaran Berharga yang Bisa Diambil dari Bhutan, Negara Paling Bahagia di Dunia

Dilansir dari Bright Side, ada 9 fakta unik dari Bhutan yang jarang diketahui.

1. Bhutan tidak memiliki internet dan TV

Di Bhutan, TV dan internet secara resmi dilarang hingga 1999.

Karena tidak ingin membuat warganya merasa terisolasi, akhirnya Raja memutuskan untuk membatalkan peraturan ini.

Dalam hal ini, Bhutan adalah negara terakhir di dunia yang mulai menggunakan televisi.

2. Tidak ada warga yang kehilangan tempat tinggal 

Aturan unik Bhutan
Aturan unik Bhutan (Allpix Press / Eastnews, Associated Press / Eastnews)

Fakta menarik dari Bhutan berikutnya adalah tidak ada orang yang tinggal di jalanan.

Jika seseorang kehilangan rumah, warganya hanya perlu pergi menghadap Raja.

Raja akan memberi mereka sebidang tanah, di mana mereka dapat membangun rumah dan menanam sayuran.

3. Perawatan kesehatan gratis

Setiap penduduk Bhutan memiliki hak untuk mendapatkan perawatan medis gratis.

Baik pengobatan tradisional maupun klasik sudah umum di lakukan di Bhutan.

Menariknya lagi seseorang juga dapat memutuskan metode apa yang digunakan untuk pengobatannya sendiri.

4. Larangan merokok

Raja Bhutan memberlakukan undang-undang yang melarang penanaman, panen, dan penjualan tembakau di negaranya.

Bahkan peraturan ini juga berlaku bagi turis yang datang ke Bhutan.

Meskipun mereka telah berhasil mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan untuk melintasi perbatasan, turis tetap harus membayar sejumlah biaya yang besar besar jika ingin membawa rokok.

5. Peduli dengan hewan dan alam

Warga negara Bhutan sangat memperhatikan ekologi dan alam.

Bahkan, mereka pun juga memberikan perhatian khusus pada penanaman pohon.

Pada 2015, Bhutan mencetak rekor dunia penanaman 50.000 pohon hanya dalam kurun waktu satu jam.

6. Memiliki peraturan yang ketat kepada wisatawan yang datang

Meskipun Raja telah membuka akses bagi wisatawan untuk mengunjungi negara Bhutan.

Namun, wisatawan tidak mengizinkan untuk mengakses dan mengeksplore seluruh wilayah di negaranya.

Di negara ini, kamu hanya boleh bepergian dengan pemandu wisata resmi.

Kamu juga tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bisa berjalan-jalan sendiri di Bhutan.

Sementara itu, hanya ada satu maskapai yang mengoperasikan semua penerbangan dari dan ke luar negeri.

7. Larangan warga Bhutan menikah dengan orang asing

Warga di Bhutan dilarang untuk menikah dengan orang asing.

Raja melakukan segala macam cara untuk tetap menjaga keunikan dan keterasingan mereka dari seluruh dunia.

8. Di Bhutan tidak ada lampu lalu lintas

Di ibu kota Bhutan, tidak ada lampu lalu lintas untuk mengatur jalan raya.

Meskipun begitu, ketiadaan lampu lalu lintas bukanlah sebuah masalah bagi mereka.

Untuk mengatur kendaraan yang melintas, rambu jalanan diatur dengan tangan.

9. Warga Bhutan suka melukis di rumah mereka

Warga Bhutan suka mendekorasi rumah mereka, mereka suka menggambar burung, binatang, dan pola yang berbeda di dinding.

Rumah tradisional mereka adalah bangunan agak kecil yang terdiri dari tiga lantai.

Lantai dasar adalah ruang untuk memelihara hewan, ruang tidur dan keluarga terletak di lantai dua, dan lantai tiga digunakan untuk menyimpan jerami.

(TribunTravel.com/ Ayumiftakhul)

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved