Breaking News:

Dulu Dilarang, Wanita Arab Saudi Kini Boleh Menginap di Hotel Seorang Diri

Ini menjadi kebijakan terbaru dari pemerintahan Arab Saudi yang ultrakonservatif setelah mulai menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Editor: Sinta Agustina
alaraby.co.uk
Arab Saudi. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Arab Saudi pada Minggu (6/10/2019) kembali mengumumkan kebijakan terbarunya dalam bidang pariwisata.

Setelah memberi kelonggaran bagi perempuan turis asing untuk tidak mengenakan abaya di ruang publik, kini Riyadh akan mengizinkan pasangan turis asing tanpa hubungan pernikahan untuk menyewa kamar hotel bersama.

Ini menjadi kebijakan terbaru dari pemerintahan Arab Saudi yang ultrakonservatif setelah mulai menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Selain itu, otoritas pariwisata mengumumkan dalam pernyataan di Twitter, wanita Saudi yang bepergian seorang diri juga akan diizinkan untuk menginap di hotel dengan hanya menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku.

Sebelumnya, wanita Saudi dilarang menginap di hotel seorang diri dan bagi pasangan wajib untuk menunjukkan bukti bahwa mereka sudah menikah.

"Persyaratan itu (menikah) tidak lagi diperlukan bagi wisatawan," lanjut pernyataan otoritas pariwisata Arab Saudi, seperti dikutip AFP.

Ilustrasi
Ilustrasi (sputniknews.com)

Pemerintah Arab Saudi pada 27 September lalu telah mengumumkan, pihaknya membuka pintu bagi para wisatawan dan menawarkan visa turis untuk pertama kalinya.

4 Cara Arab Saudi Majukan Sektor Pariwisata, Tawarkan Visa Turis hingga Bangun Objek Wisata

8 Tempat Beli Oleh-oleh Umrah Murah Meriah di Arab Saudi

Langkah tersebut akan semakin membuka negara kerajaan Islam ultra-konservatif itu bagi wisatawan sebagai bagian dari menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata.

Pariwisata juga menjadi salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk mendiversifikasikan ekonominya menjauh dari minyak bumi.

Kerajaan Saudi sebelumnya hanya menerbitkan visa untuk peziarah Muslim, pekerja asing, dan yang baru-baru ini, yakni bagi penonton acara olahraga atau kebudayaan.

Memulai sektor pariwisata menjadi salah satu program reformasi Visi 2030 yang dicanangkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dalam mempersiapkan perekonomian negaranya untuk era pasca-minyak.

Dengan dibukanya pintu pariwisata di Arab Saudi, warga negara dari 49 negara akan berhak mendapatkan visa online maupun visa on arrival, termasuk warga Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa.

Namun pemerintah Saudi memperingatkan bahwa turis yang melanggar "kesopanan publik", termasuk mengenakan pakaian yang tidak sopan dan memamerkan keintiman di depan publik, akan tetap dikenakan denda.

Sebelumnya sebagai upaya mengubah persepsi sebagai negara konservatif, Pangeran Mohammed telah menghapuskan sejumlah larangan, seperti bioskop, acara konser, serta olahraga. 

Perempuan Arab Saudi
Perempuan Arab Saudi (The News Wheel)

Tetapi kritik internasional terhadap catatan hak asasi manusia kerajaan, termasuk pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi dan tindakan keras terhadap aktivis perempuan, dapat menunda pengunjung asing, menurut pengamat.

9 Dokumen Penting untuk Pengajuan Visa Umrah Backpacker

Arab Saudi Keluarkan Visa Turis untuk 49 Negara, Adakah Indonesia?

Kendati demikian, pemerintah Arab Saudi berharap sektor pariwisata akan berkontribusi hingga 10 persen dari GDP pada 2030, ditingkatkan dari saat ini yang hanya tiga persen, berkat kunjungan tahunan yang ditargetkan 100 juta oleh wisatawan Saudi dan asing.

Kendala lainnya, kerajaan saat ini tidak memiliki infrastruktur yang mampu menampung pengunjung dalam jumlah tinggi, dengan pejabat memperkirakan 500.000 kamar hotel baru akan diperlukan secara nasional selama dekade mendatang.

Pemerintah Arab Saudi telah menghabiskan anggaran sangat besar untuk membangun industri pariwisata dari nol.

6 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Memutuskan Umrah Backpacker ke Tanah Suci

Lebih Murah Dibanding Umrah Reguler, Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Umrah Backpacker?

LIHAT JUGA:

Pada 2017, kerajaan mengumumkan proyek multi-miliar dollar untuk mengubah 50 pulau dan situs murni lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved