Breaking News:

Sepinya Makam Ade Irma Suryani, Putri AH Nasution yang Gugur dalam Peristiwa G30S

Sepi dan lengangnya pekuburan Ade Irma dikarenakan lokasi makam yang jauh dari pandangan serta tidak adanya papan informasi tentang makam itu.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Diorama Jendral Besar AH Nasution di Museum Jendral Besar A H Nasution Jalan Teuku Umar no 40, Menteng, Jakarta Pusat. 

Dalam peristiwa tersebut, turut wafat Ajudan sang ayah, Kapten Pierre Andreas Tendean yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Sedangkan Ade Irma Suryani Nasution dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok P Prapanca yang disulap menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 1998.

Perubahan status TPU tersebut mengubah wajah TPU yang semula dipenuhi kuburan umum masyarakat menjadi perkantoran bertingkat.

Walau begitu, makam Ade Irma Suryani yang berada di sisi Jalan Nipah XII tidak dibongkar dan justru dibangun Tugu monumen perjuangan.

Mengenang Kisah Ade

Dialog terakhir di antara ibu kandung, anak, dan bapaknya yang diburu komplotan yang bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) itu demikian tragis, menyayat hati, dan mengiris hati.

Korban masih berumur 5 tahun ketika sekomplotan orang bersenjata menyerbu rumahnya.

Diorama Jendral Besar AH Nasution di Museum Jendral Besar AH Nasution Jalan Teuku Umar no 40, Menteng, Jakarta Pusat.
Diorama Jendral Besar AH Nasution di Museum Jendral Besar AH Nasution Jalan Teuku Umar no 40, Menteng, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Ade Irma Suryani Nasution lahir 19 Februari 1960, ia adalah putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution.

Ade masih tertidur tenang saat kedua orangtuanya panik saat menghadapi sekelompok pasukan bersenjata pada peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Peristiwa itu dikenal sebagai peristiwa G30S PKI yang memang sangat berdarah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved