Mencicipi Nasi Pecel di Warung Mbok Yem, Warung Makan di Ketinggian 3.150 Mdpl

Mbok Yem justru memilih membuka rumah makan di tempat dengan ketinggian 3.150 mdpl atau hanya selisih 115 mdpl dari puncak Gunung Lawu.

Mencicipi Nasi Pecel di Warung Mbok Yem, Warung Makan di Ketinggian 3.150 Mdpl
Surya/Eko Darmoko
Warung Mbok Yem 

TRIBUNTRAVEL.COM - Nama Wakiyem atau yang biasa dikenal dengan Mbok Yem sudah tak asing lagi di kalangan pendaki Indonesia.

Wanita berusia 60 tahun ini adalah pemilik warung yang berada di puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jika warung makan biasanya berada di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat strategis, lain halnya dengan wanita asli Magetan ini.

Mbok Yem justru memilih membuka rumah makan di tempat dengan ketinggian 3.150 mdpl atau hanya selisih 115 mdpl dari puncak Gunung Lawu.

Mbok Yem, Legenda Hidup Gunung Lawu yang Manjakan Pendaki dengan Seporsi Nasi Pecel

Jangan bayangkan rumah makan yang sudah ada di Gunung Lawu sejak tahun 1980-an ini memiliki dekorasi artistik.

Warung Mbok Yem hanya berdinding kayu tanpa hiasan atau cat dinding berwarna.

Warung Mbok Yem
Warung Mbok Yem (Surya/Eko Darmoko)

"Selama saya masih kuat untuk bekerja disini, saya akan tetap bekerja," ucap Mbok Yem dalam Bahasa Jawa ketika berbincang dengan Kompas.com awal Juli lalu.

Mbok Yem mengaku memang sudah berniat mencari nafkah di Gunung Lawu meski bukan hal yang mudah untuk tinggal di gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl ini.

Pasalnya, selain meyimpan mitos mistis, gunung ini juga memiliki cuaca yang ekstrem.

Selain angin kencang, pada malam hari suhu udara di puncak bisa mencapai minus 5 derajat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved