Menilik Sejarah dan Motif di Balik Tradisi Berburu Kepala di Kalimantan

Menilik dasar dan motif di balik tradisi berburu kepala terkenal dan menakutkan di Kalimantan.

Menilik Sejarah dan Motif di Balik Tradisi Berburu Kepala di Kalimantan
Diethelm Travel
Suku Iban 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pada masa lalu, suku-suku di Kalimantan memiliki tradisi berburu kepala.

Kepala korban dipotong dan diabadikan sebagai piala atau untuk tujuan ritual.

Dilansir TribunTravel dari laman theculturetrip.com, berikut dasar dan motif di balik perburuan kepala terkenal dan menakutkan di Kalimantan.

Pengayauan di Kalimantan

Perburuan kepala di masa lalu
Perburuan kepala di masa lalu (uploadhouse)

Pemburu kepala di Kalimantan aktif hingga sekitar satu abad yang lalu.

Berbagai suku, termasuk Iban Sarawak, Saburut Murut dan Kadazan-Dusun membawa ketakutan bagi penjajah Inggris awal yang menginjakkan kaki di sana.

Inggris Victoria menjuluki Kalimantan sebagai 'Kalimantan Barbaric'.

Beberapa suku suka mengumpulkan kepala prajurit musuh untuk dibawa pulang sebagai piala atau sebagai bukti kemenangan mereka.

Yang lain harus membunuh dan membawa kepala musuhnya kembali ke desa untuk izin menikah.

Terlepas dari motifnya, praktik pengayauan di Kalimantan telah membangkitkan minat dan menanamkan rasa takut pada orang luar selama beberapa generasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved