Video KKN Desa Penari ala Bupati Banyuwangi, Isinya Bikin Kepo Traveler

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunggah video KKN Desa Penari. Bukan horor, video viral di medsos ini justru tentang makanan khas Banyuwangi.

Video KKN Desa Penari ala Bupati Banyuwangi, Isinya Bikin Kepo Traveler
Instagram/azwaranas.a3
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunggah video KKN Desa Penari versi yang berbeda. Video tersebut tidak horor, melainkan menjelaskan soal makanan khas Banyuwangi yang lezat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Belakangan ini cerita KKN Desa Penari viral di medsos.

Kisah horor KKN Desa Penari rupanya juga diikuti oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas atau yang akrab disapa Anas.

Bupati Anas bahkan menyebut lokasi KKN Desa Penari berada di pedalaman Banyuwangi.

Hal itu ia ungkapkan melalui video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, @azwaranas.a3, Rabu (4/9/2019).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunggah video KKN Desa Penari versi yang berbeda.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunggah video KKN Desa Penari versi yang berbeda. (Kolase Instagram/azwaranas.a3/Twitter)

Namun yang dimaksud KKN Desa Penari oleh Anas bukanlah lokasi yang sebenarnya dari kisah horor yang viral di medsos itu, melainkan tempat wisata kuliner makanan khas Banyuwangi, Jawa Timur.

KKN Desa Penari versi Anas merupakan Keliling & Kulineran Nyantai di Desa Pesona Dusun Karangsari, yang kalau disingkat menjadi KKN di Desa Penari.

Dalam video yang diunggah Anas di Instagram pribadinya, bupati berusia 46 tahun itu mempromosikan makanan khas Banyuwangi yakni, ayam kesrut.

"Hari ini saya merasakan makan siang enak sekali di ayam kesrut Bu Husnul Khotimah di Segobang. Kalau ke arah Ijen, Banyuwangi, rugi gak mampir di ayam kesrut Segobang Bu Husnul Khotimah," jelas Azwar Anas.

Pria yang sempat menjadi anggota MPR itu mengatakan perlu menunggu terlebih dahulu sebelum masyarakat dapat menikmati makanan khas Banyuwangi berupa ayam kesrut.

Hal tersebut lantaran, semua bahan dan masakan ayam kesrut selalu disajikan dalam keadaan fresh.

"Dan memang perlu menunggu karena ini fresh semua. Kalau ada tamu datang, baru dibikinkan sambal. Dan baru digoreng ayamnya, juga tempenya. Jadi luar biasa fresh semua dan ini perlu menunggu sebentar," terang Anas.

Rowo Bayu, Tempat Wisata di Banyuwangi yang Dikaitkan Kisah Viral KKN Desa Penari

8 Fakta Unik Banyuwangi, Ada Rowo Bayu yang Dikaitkan dengan Kisah KKN Desa Penari

Selain Rowo Bayu, Ini 10 Tempat Wisata di Banyuwangi untuk Dikunjungi Saat Liburan Akhir Pekan

Dalam video berdurasi tak lebih dari satu menit itu, Anas begitu memuji makan khas Banyuwangi.

Mulai dari ayam, sambal, hingga tempe bikinan Bu Husnul Khotimah, tak berhasil membuat Anas berhenti makan.

Selaku pemimpin daerah, Anas juga tak lupa mempromosikan makan khas Banyuwangi itu kepada semua pengguna Instagram, baik yang mengikuti dirinya maupun tidak.

"Ternyata ini yg dimaksud: KELILING & KULINERAN NYANTAI (KKN) di Desa Penari (Pesona Dusun Karangsari).
.
Ayam kesrutnya top. Di warung “Kanggo Riko” milik Bu Husnul. Ayam kesrut ini makanan khas Banyuwangi dengan perpaduan rasanya yang asin, segar, asam, dan pedas. Sambalnya top. Ada pembeli, baru dibikinkan sambalnya. Jadi bener-bener segar. Lauknya pun fresh.

Di Dusun Karangsari, Desa Segobang. Kalau mau berangkat atau pulang dari Kawah Ijen, rugi kalau gak mampir kulineran di sini.
.
Ada yg sudah pernah Keliling dan Kulineran Nyantai di sini? Top kan rasanya? Siapa tahu ketemu..." tulis Anas di caption video yang diunggah ke Instagram.

Diberitakan sebelumnya, cerita horor KKN Desa Penari viral di medsos setelah dibagikan oleh akun Twitter @SimpleM81378523 secara berseri.

Akun tersebut menjelaskan kejadian yang dituliskannya berdasarkan kisah nyata mahasiswa KKN di sebuah desa terpencil yang disebutnya Desa Penari.

Penulis menyebutkan meski berdasarkan kisah nyata namun ia tak mau menyebut lokasi di mana kejadian tersebut.

Begitu juga nama-nama mahasiswa KKN yang disamarkannya.

Diceritakan ada 6 mahasiswa yang berasal dari sebuah perguruan tinggi di Kota S melakukan KKN di sebuah daerah terpencil yang berada di kawasan timur Provinsi Jawa Timur di akhir tahun 2009.

Tonton juga:

Dialog dalam cerita tersebut yakni Bahasa Jawa selain itu penulis juga menyertakan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

Enam mahasiswa angkatan 2005/2006 tersebut yakni Widya, Nur, Ayu, Bima, Wahyu dan Anton.

Kota S diyakini oleh netizen yakni adalah Surabaya.

Ini berdasarkan perbincangan antara yang sempat menyebutkan satu di antara kosakata yang terkenal di Jawa Timur, "Cuk. Sepedaan tah."

Kata 'Cuk' sendiri memang lazim digunakan oleh orang-orang di Surabaya yang awalnya makian namun berubah makna menjadi 'sapaan akrab' sesama teman.

Sementara untuk lokasi kabupaten tempat KKN banyak yang berdebat antara Bondowoso ataukah Banyuwangi.

Kenapa Bondowoso atau Banyuwangi?

Ini berdasarkan percakapan antara Widya dan Ayu.

"Nang kota B, gok deso kabupaten K***li** , akeh proker, tak jamin, nggone cocok gawe KKN" (di kota B, di sebuah desa di kabupaten K*******, banyak proker untuk dikerjakan, tempatnya cocok untuk KKN kita).

Penulis juga menyebutkan desa tempat KKN tersebut dengan inisial W, "sampailah mereka di Desa W****, tempat mereka akan mengabdikan diri selama 6 minggu ke depan"

Lokasi tempat KKN tersebut menurut penulis juga letaknya tak jauh dari sebuah hutan atau alas berinisial D.

"Mobil berhenti di jalur masuk hutan D, menempuh perjalanan 4 sampai 5 jam dari kota S"

Hutan D banyak yang menduga itu merupakan hutan Dadapan yang letaknya berada di Kabupaten Bondowoso.

Meski penulis sengaja menyamarkan pengalaman Nur dan Widya dalam kisah horor KKN Desa Penari, tapi masih ada beberapa fakta yang tampak seperti tahun kejadian dan jumlah mahasiswa yang ikut KKN.

Terlepas dari fiktif tidaknya kisah horor KKN Desa Penari yang viral di medsos itu, berikut beberapa fakta di balik cerita tersebut:

1. Kejadian Tahun 2009

Dalam cerita tersebut, penulis menyebutkan bahwa peristiwa horor KKN Desa Penari terjadi pada tahun 2009.

2. Diikuti 14 Orang

Awalnya cerita menyebutkan bahwa yang mengikuti KKN di Desa Penari berjumlah 6 orang.

Namun, kemudian di akhir cerita penulis meralat jumlah menjadi 14 orang karena ingin memfokuskan pada cerita yang saling berkaitan saja.

3. Ada 6 Orang yang Terlibat

Dari 14 orang yang mengikuti KKN Desa Penari, penulis memfokuskan cerita pada 6 orang.

Keenam mahasiswa yang saling terlibat adalah Widya, Nur, Ayu, Wahyu, Bima, dan Anton.

4. Dua Versi Tulisan

Sang penulis cerita KKN Desa Penari membagikan dua versi cerita.

Pertama berdasarkan sudut pandang Widya dan kedua oleh Nur.

5. Ditulis Selama 11 Hari

Kisah KKN Desa Penari ditulis selama 11 hari, yakni sejak 24 Juni 2019 hingga 5 Juli 2019 untuk versi sudut pandang Widya.

Sedangkan untuk sudut pandang Nur ditulis selama 5 hari, mulai 20 Juli hingga 25 Juli.

6. Dibahas Raditya Dika

Cerita KKN Desa Penari juga ikut dibahas oleh YouTuber Raditya Dika dengan judul video PARANORMAL EXPERIENCE: KKN DESA PENARI.

Video tersebut diunggah pada Jumat (23/8/2019) dan sudah ditonton oleh lebih dari 12 juta kali.

Liburan Artis - Nikita Willy Tidur di Alam Terbuka Little Kulala

Rahasia di Balik Foto Selfie Bareng Monyet di Bali yang Viral di Medsos

Wanita Ini Pasang Eyelash Extention di Pesawat, Viral di Medsos dan Dihujat Netizen

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cerita Lokasi KKN Desa Penari di Banyuwangi ala Bupati Azwar Anas, Videonya Langsung Bikin Ngiler.

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved