Liburan ke Turki

5 Fakta Menarik Hagia Sophia di Turki, Museum yang Punya Lambang Dua Agama

Fakta menarik Hagia Sophia yang selalu jadi favorit wisatawan. Hagia Sophia masih menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan

5 Fakta Menarik Hagia Sophia di Turki, Museum yang Punya Lambang Dua Agama
(Kompas.com/Silvita Agmasari)
Interior Hagia Sophia di Turki. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hagia Sophia adalah museum yang selalu jadi favorit wisatawan.

Museum yang awalnya dibangun sebagai gereja, kemudian beralih fungsi sebagai masjid ini punya perjalanan panjang dan menarik.

Sampai saat ini Hagia Sophia masih menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Turki.

Berikut lima fakta menarik dari Hagia Sophia:

1. Lambang keagamaan dua agama

Serhad pemandu wisata di acara Zaloramadhan Discoveries bersama Zalora Indonesia dan Klook Travel Indonesia mengatakan kepada Kompas.com, Hagia Sophia merupakan museum yang unik.

"Mungkin hanya satu-satunya di dunia bisa melihat lambang dua agama dipajang sejajar, yakni tulisan Allah dan Muhammad SAW di sebalahnya ada lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus," kata Serhad.

Tonton juga:

Potret Cinta Laura Traveling ke Bali, Mengunjungi Pantai hingga Mata Air Suci

Dikritik dan Viral di Medsos, Begini Penjelasan Soal Batu yang Dipakai di Instalasi Gabion

8 Tempat Wisata di Kalimantan Timur, Ada Danau Sejernih Kaca

2. Lukisan mosaik Yesus dan Bunda Maria

Jejak Hagia Sophia sebagai Gereja Kristen Ortodoks Yunani dapat dilihat dari lukisan mosaik yang berada di beberapa bagian gedung.

Kebanyakan di bagian atap.

Lukisan ini berfokus pada Bunda Maria dan Yesus.

Saat menjadi masjid pada 1453, lukisan-lukisan tersebut ditutup dengan plester dan lukisan dekorasi.

Baru pada 1935 dilakukan restorasi lukisan mosaik dengan membuka pleter penutup.

Proses ini dapat dilihat di dokumentasi yang dipajang pada dinding Museum Hagia Sophia.

3. Sempat jadi bangunan dengan kubah berbesar di dunia

Jika melihat Hagia Sophia, bagian bangunan yang paling mencolok adalah kubah.

Saat dibangun, Hagia Sophia sempat menjadi bangunan dengan kubah terbesar di dunia.

Kubah awal memiliki tinggi 161 meter dengan diameter 40 meter, di desain oleh arsitek Anthemios of Tralles dan Isidoros of Miletos.

Kemudian kubah ini roboh pada tahun 558.

Dibangun lagi menjadi lebih besar dengan tinggi 55 meter, ditopang tian pancang dan kubah-kubah yang lebih kecil.

4. Menggunakan sisa bangunan kuno legendaris

Untuk memperkuat dan memperindah interior gereja, tiang-tiang dari Kuil Artemis yang telah lama ditinggalkan dan dihancurkan di Efesus, digunakan untuk Hagia Sophia.

Bahan bangunan tambahan mungkin juga berasal dari situs kuno di Baalbeck dan Pergamom.

5. Berfungsi sebagai masjid selama 500 tahun

Setelah perang salib berakhir dan pada 1453 Konstatinopel jatuh ke Kesultanan Ustmaniyah, maka fungsi Hagia Sophia berubah menjadi Masjid.

Beberapa faslitas untuk mendukung ibadah kemudian ditambahkan.

Mulai dari mihrab, minbar, air mancur untuk wudhu, sejumlah menara, dapur, perpustakaan, makam, dan pondok Sultan.

Beberapa fasilitas ini masih dapat dilihat sampai saat ini di Hagia Sophia.

Pada 1934, pendiri Turki modern Mustafa Kemal Atatürk memutuskan untuk merestorasi gereja dan masjid dari zaman Kostantinopel dan Ustamaniyah menjadi museum.

Salah satunya adalah Hagia Sophia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Menarik Bangunan Ikonik Turki Hagia Sophia"

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved