Sampah Plastik di Pulau Merah Banyuwangi Bisa Ditukar Jadi Emas

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama PT. Pegadaian memiliki program Bank Sampah, dimana sampah plastik di Pulau Merah bisa ditukar dengan emas.

Sampah Plastik di Pulau Merah Banyuwangi Bisa Ditukar Jadi Emas
instagram/ecorangerid
EcoRanger melakukan bersih pantai kemudian mendata timbulan sampah hingga jenis - jenis sampah yang terkumpul di Pantai Mustika Pancer, Pulau Merah, Banyuwangi (28/5/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sampah menjadi permasalahan yang selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Terlebih jenis sampah plastik termasuk sampah yang sulit  terurai dan memiliki dampak buruk bagi lingkungan.

Untuk mengantisipasi dampak buruk dari sampah plastik, obyek wisata Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur memiliki cara sendiri yakni dengan program Bank Sampah.

Program Bank Sampah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama PT. Pegadaian, dikutip TribunTravel dari laman Kompas.com.

Di bank sampah tersebut, masyarakat bisa menukarkan sampah menjadi emas.

Tonton juga: 

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo mengatakan, "Kehadiran program Bank Sampah ini kami harap akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, di mana masyarakat dapat membuat sampah menjadi tabungan emas."

Panduan Transportasi Backpackeran dari Jakarta ke Banyuwangi

Ponselnya Dikembalikan, Turis Serbia Terharu dengan Kejujuran Warga Banyuwangi

Harianto menjelaskan, Bank Sampah mendorong mencipatakan lingkungan yang bersih dan sehat karena masyarakat diedukasi pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

Proses penukaran sampah menjadi emas, dimulai dari pemilahan sampah organik dan non organik.

Kemudian, sampah yang sudah dikumpulkan melalui penyetoran, penimbangan, penghitungan dan penimbangan ke dalam tabungan emas.

Nantinya, setiap sampah yang disetorkan masyarakat akan dikonversikan dengan emas.

Jumlah saldo yang tertera di dalam buku tabungan pun akan tertulis dalam jumlah gram emas.

“Misalnya seorang ibu menyetor sampah yang sudah dipilah dengan nilai Rp 6.500, berarti di saldo akan tertulis 0,01 gram dengan asumsi harga emas per gramnya Rp 650.000. Demikian seterusnya setiap sang ibu menyetor sampah lagi, jumlah saldo emas bertambah sesuai nilai sampahnya,” kata Harianto.

Nantinya pemilik tabungan bisa menjual emas yang ada di tabungannya apabila sudah mencapai satu gram.

Pemilik tabungan juga bisa mencetak dalam bentuk emas batangan apabila sudah mencapai lima gram.

“Kalau sudah mencapai satu gram bisa dijual atau digadaikan pada kami, tapi harus disisakan di saldo sebesar 0,1 gram. Sedangkan untuk bisa dirupakan dalam bentuk emas kalau mencapai lima gram,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Iskandar Azis menyampaikan, program ini akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar.

Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi lingkungan.

"Semoga adanya Bank Sampah ini, masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Iskandar.

Bank Sampah di Banyuwangi tersebut, merupakan bagian dari Corporate Social Responsiblility (CSR) Program Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari tiga program yaitu Pro Planet (bersih-bersih lingkungan), Pro Profit (bersih-bersih administrasi), dan Pro People (bersih-bersih hati).

Sajikan Berbagai Kuliner Nusantara, Jangan Lewatkan Discovery Indonesian Food Festival di Bali

Banyuwangi Ethno Carnival 2019, Transformasi Budaya Tradisional Berskala Internasional

Asal Usul Api Biru yang Ada di Kawah Ijen Banyuwangi

Desa Kemiren di Banyuwangi, Tempat Terbaik untuk Mengenal Budaya Suku Osing

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved