Bayi Tidak Akan Ingat Pengalamannya Saat Diajak Traveling, Benarkah?

Bayi dianggap belum memiliki kemampuan mengingat, sehingga mengajak anak traveling saat bayi adalah sia-sia.

Bayi Tidak Akan Ingat Pengalamannya Saat Diajak Traveling, Benarkah?
Wandering Cubs
Ilustrasi bayi di pesawat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Banyak yang menganggap, traveling dengan bayi tidak akan memberikan pengaruh apa-apa pada hidupnya kelak.

Bayi dianggap belum memiliki kemampuan mengingat pada saat itu.

Sehingga mengajak anak traveling saat bayi, banyak dipandang sebagai sesuatu yang sia-sia.

KompasTravel mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, psikolog anak dan keluarga.

Anna menceritakan, mengajak anak di kala mereka masih berusia balita, maka memang sangat memungkinkan apabila mereka sama sekali tidak mengingat tentang perjalanan yang telah dilalui.

“Kalau menurut berbagai penelitian dan beberapa ahli, anak baru mulai mengingat pengalamannya di atas usia 4 tahun. Jadi memang sangat mungkin ia lupa,” tuturnya.

Namun Anna menyebut, segalanya tidak ada yang percuma termasuk membawa bayi traveling.

Anna menyebutkan tentang beberapa manfaat yang bisa didapat ketika mengajak bayi traveling, diantaranya adalah menciptakan hubungan yang mesra antara bayi dengan orang tuanya.

“Traveling dengan bayi membuat bayi terus berada bersama ortunya, dan ini membuat ia lebih nyaman. Hubungan mesra bisa tercipta, dan ini adalah fondasi bagi tumbuh kembang yang optimal.”

Anna juga menekankan bahwa yang paling penting bukan kemana tujuan orang tua dan bayi berlibur, namun kenyamanan bayi dengan orang tuanya lah yang penting.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved