Breaking News:

8 Tradisi Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Dilakukan Umat Hindu di Bali

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali, diperbolehkan melihat prosesi yang ada saat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Apa saja?

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Sejumlah warga desa adat Bongan berebut uang dihalaman rumah keluarga berada dalam tradisi Mesuryak di kabupaten Tabanan, Sabtu (25/7/2015). Mesuryak merupakan ritual yang dilaksanakan saat merayakan Kuningan bertujuan membekali leluhur mereka dalam perjalanan kembali menuju surga. 

Tradisi ini dipercaya sebagai wujud pengabdian terhadap Tuhan.

5. Ngelawang Barong

Anak-anak TK di Klungkung menampilkan atraksi ngelawang di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (20/1/2019).
Anak-anak TK di Klungkung menampilkan atraksi ngelawang di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (20/1/2019). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Jika orang dewasa melakukan tradisi Ngurek, anak-anak akan melakukan tradisi Ngelawang Barong.

Ngelawang berasal dari kata 'lawang' yang berarti pintu.

Dalam tradisi ini, anak-anak akan mengarak barong dari satu rumah ke rumah lain dengan diiringi suara gamelan.

Umat Hindu di Bali percaya, barong merupakan perwujudan dari Sang Banas Pati Raja yang melindungi manusia dari marabahaya.

6. Perang Jempana

Tradisi Dewa Masraman di Jaba Pura Panti, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali. Tradisi yang mewarnai Hari Raya Kuningan, Sabtu (20/2/2016) kemarin. (TRIBUN BALI/I Nyoman Mahayasa)

Mengutip dari Kompas.com, di Desa Timrah, Kabupaten Klungkung, terdapat tradisi Perang Jempana.

Jempana atau tandu yang membawa usungan sesajen dan simbol dari dewata diarak ke pura untuk didoakan.

Keseruan terjadi di jalanan, ketika para pengarak jempana saling beradu.

Mereka larut dalam suasana trance dengan iringan gamelan yang mengentak.

7. Tradisi Motekan

Sejumlah warga memanjat tumpukan kayu yang membentuk formasi menyerupai gunung dalam Tradisi Mekotek yang digelar saat merayakan Hari Raya Kuningan di Desa Munggu Kabupaten Badung, Sabtu (15/4/2017).
Sejumlah warga memanjat tumpukan kayu yang membentuk formasi menyerupai gunung dalam Tradisi Mekotek yang digelar saat merayakan Hari Raya Kuningan di Desa Munggu Kabupaten Badung, Sabtu (15/4/2017). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Tradisi Motekan atau Mekotek dilakukan umat Hindu di Desa Menggu, Mengwi, Denpasar.

Dalam tradisi ini, orang-orang akan beradu tongkat setinggi tiga meter.

Mengutip dari Kompas.com, adu tongkat tersebut diiringi gamelan baleganjur yang dinamis sehingga menambah keseruan Motekan.

9 Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Bahasa Bali

8. Tradisi Mesuryak

Sejumlah warga berebut uang di halaman rumah keluarga dalam tradisi Mesuryak di Desa Adat Bongan Gede, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Sabtu (17/9/2016).
Sejumlah warga berebut uang di halaman rumah keluarga dalam tradisi Mesuryak di Desa Adat Bongan Gede, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Sabtu (17/9/2016). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Tradisi Mesuryak biasanya diselenggarakan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.

Tradisi ini bisa disaksikan salah satunya di Banjar Bongan Gede, Desa Pakraman Bongan Puseh, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

3 Tips Liburan di Bali Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Mengutip dari Tribun Bali, Mesuryak merupakan ritual yang dilaksanakan saat merayakan Kuningan yang bertujuan membekali leluhur mereka dalam perjalanan kembali menuju surga.

Dalam tradisi Mesuryak, umat Hindu di Bali akan memulai prosesi dengan sembahyang di pura.

Kemudian dilanjutkan dengan melemparkan uang logam dan kertas ke udara dan disambut dengan yang lain.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved