Breaking News:

8 Tradisi Saat Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Dilakukan Umat Hindu di Bali

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali, diperbolehkan melihat prosesi yang ada saat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Apa saja?

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Sejumlah warga desa adat Bongan berebut uang dihalaman rumah keluarga berada dalam tradisi Mesuryak di kabupaten Tabanan, Sabtu (25/7/2015). Mesuryak merupakan ritual yang dilaksanakan saat merayakan Kuningan bertujuan membekali leluhur mereka dalam perjalanan kembali menuju surga. 

Penjor biasanya terbuat dari batang bambu yang dihiasi dengan daun kelapa, padi, dan kotak khusus untuk sesaji yang disebut canang.

Diwartakan Tribun Bali, penjor merupakan lambang Bhatara Mahadewa yang beristana di Gunung Agung atau Bhatara Siwa.

Penjor-penjor tersebut ditancapkan di depan pintu masuk saat Penampahan sore agar saat Galungan masih dalam keadaan segar.

2. Memotong babi

Sekehe Truna warga Banjar Kehen, Kesiman, Denpasar, Bali, Senin (28/5/2018), memotong babi persiapan Hari Raya Galungan.
Sekehe Truna warga Banjar Kehen, Kesiman, Denpasar, Bali, Senin (28/5/2018), memotong babi persiapan Hari Raya Galungan. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Sehari sebelum Hari Raya Galungan, umat Hindu akan merayakan Penampahan.

Pada saat Penampahan, umat Bali akan menyembelih babi sebagai wujud syukur.

Menurut Wakil Ketua PDHI Bali Pinandita Ketuk Pasek Swastika, memotong babi saat Penampahan bermakna untuk mengalahkan sad ripu atau enam sifat manusia, seperti dilansir dari Tribun Bali.

13 Fakta Hari Raya Galungan dan Kuningan yang Dirayakan Umat Hindu di Bali

Daging babi tersebut tidak dinikmati, namun juga dihaturkan kepada Tuhan karena semuanya itu ciptaan-Nya.

"Memotong babi wajib saat Penampahan kalau terkait dengan Galungan," tambah Pinandita.

3. Tradisi Ngejot

Sejumlah warga umat Hindu saat ngejot di salah satu rumah warga umat Kristen di Banjar Piling Kanginan, Desa Mengesta, Penebel, Tabanan, Selasa (29/5/2018).
Sejumlah warga umat Hindu saat ngejot di salah satu rumah warga umat Kristen di Banjar Piling Kanginan, Desa Mengesta, Penebel, Tabanan, Selasa (29/5/2018). (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Halaman
1234
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved