Potret Fenomena Awan Topi Gunung Rinjani yang Kerap Terjadi

Fenomena awan topi Gunung Rinjani bukan pertama kalinya terjadi. Sebelum Juli 2019, sudah beberapa kali muncul awan topi di Gunung Rinjani.

Potret Fenomena Awan Topi Gunung Rinjani yang Kerap Terjadi
(Dokumentasi Taman Nasional Gunung Rinjani)
Awan topi Gunung Rinjani pada bulan September 2018 

Meski kerap terjadi, Teguh menyebut fenomena ini tak pernah mengganggu pendakian.

Hanya saja saat ini pendaki harus memperhatikan beberapa ketentuan pendakian pasca-gempa besar yang melanda Lombok.

Pertama, saat ini Anda belum diperbolehkan mendaki sampai puncak, pendakian harus berakhir di Pelawangan.

"Segara anak belum dibuka. Di Pelawangan sudah kami pasang tanda, bahwa itu batas akhir pendakian. Kami pasang tandanya di Senaru-Sembalun. Kalau di Timbanu dan Aibri memang tidak ada jalan ke bawah kecuali pakai tali," paparnya.

Tak hanya itu, kuota pendakian di empat jalur tersebut juga dibatasi.

Sejak dibuka kembali bulan lalu, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani memberlakukan sistem booking online untuk para pendaki.

6 Potret Keindahan Gunung Rinjani, Sunrisenya Selalu Diburu Pendaki

6 Fakta Gunung Rinjani, Punya Salah Satu Danau Vulkanik Terbesar di Dunia

Peta Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Penting Disimak Sebelum Mendaki

Sempat Jadi Pro Kontra, Pemisahan Tenda Pendakian Pria dan Wanita di Gunung Rinjani Dibatalkan

Ini Alasan Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Ditutup Setiap Hari Jumat

Air Terjun Mangku Kodek, Pesona Menawan yang Antimainstream di Kaki Gunung Rinjani, Lombok

Booking online bisa dilakukan melalui situs https://www.erinjani.id/ atau melalui aplikasi eRinjani yang bisa diunduh di Google Playstore.

Usai membuka website tersebut selanjutnya isi data serta tanggal keberangkatan.

Tonton juga:

Setelahnya calon pendaki wajib menunjukkan ePrint booking code, kartu identitas, tiket asuransi jiwa dan surat keterangan sehat untuk keperluan verifikasi pendaki kepada petugas di pintu masuk pendakian.

"Untuk Jalur Senaru dan Sembalun maksimal 150. Kemudian Jalur Timbanuh dan Jalur Aik Berik maksimal 100 pendaki," ujar Teguh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kerap Terjadi, Ini Beberapa Potret Awan Topi di Gunung Rinjani Lombok.

Ikuti kami di
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved