Mengintip 12 Potret Kota Medan Dulu dan Sekarang

Bertepatan dengan momen perayaan HUT Kota Medan ke-429, 1 Juli 2019 mendatang, yuk kita lihat foto-foto sudut kota Medan dulu dan sekarang

Mengintip 12 Potret Kota Medan Dulu dan Sekarang
TribunMedan
Menara Tirtanadi dahulu dan sekarang. (HO) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Medan, merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Ada banyak perubahan signifikan yang bisa kita lihat dari kota satu ini.

Dari yang awalnya bernama Tanah Deli dengan lahan berawa yang sepi, hingga kini menjadi wilayah yang dipadati penduduk, bangunan tinggi, dan modern.

Kaum millenials yang lahir di era 1990 – 2000 an, tentu penasaran dong dengan penampakan Medan dulu?

Bertepatan dengan momen perayaan HUT Kota Medan ke-429, 1 Juli 2019 mendatang, yuk kita lihat foto-foto sudut kota Medan dulu dan sekarang yang berhasil dirangkum tribun-medan.com.

1. Pusat Pasar

Pusat Pasar (juga dikenal dengan nama Pajak Sentral atau Tua Pa Sat) adalah sebuah pasar besar yang terletak di Pusat Pasar, Medan Kota, Kota Medan, Indonesia. Gedung Pusat Pasar pada masa kini terhubung dengan gedung Medan Mall, sebuah pusat perbelanjaan modern.

Pusat Pasar Medan sekarang dan dahulu.
Pusat Pasar Medan sekarang dan dahulu. (HO)

2. Pangkalan Udara Soewondo (Bandara Polonia)

Sebelum menjadi bandar udara, kawasan Pangkalan Udara tersebut merupakan lahan perkebunan milik orang Polandia bernama Michalski.

Tahun 1879 karena suatu hal, konsesi atas tanah perkebunan itu berpindah tangan kepada Deli Maatschappij (Deli MIJ) atau NV Deli Maskapai.

Lanud Soewondo sekarang dan dahulu.
Lanud Soewondo sekarang dan dahulu. (HO)

3. Lapangan Merdeka

Lapangan Merdeka adalah sebuah alun-alun di Kota Medan, Sumatra Utara, Indonesia. Letaknya di area Kesawan, tepat di pusat kota, dan merupakan titik nol Kota Medan.

Saat ini sebagian areal Lapangan Merdeka telah dialih fungsikan, menjadi pusat kuliner Merdeka Walk, sisi timur yang berubah menjadi areal parkir bagi Stasiun Medan, sisi selatan yang menjadi kantor polisi dan lapangan parkir motor bagi pengunjung pusat jajanan.

Lapangan Merdeka Medan sekarang dan dahulu.
Lapangan Merdeka Medan sekarang dan dahulu. (HO)

4. Kesawan Square

Sebelum 1880 Kampung Kesawan dihuni oleh orang-orang Melayu, tetapi kemudian orang-orang Tionghoa dari Malaka dan Tiongkok datang dan menetap di daerah ini sehingga Kesawan menjadi sebuah Pecinan.

Pada awal tahun 2000-an, kawasan Kesawan sempat dijadikan sebagai pusat jajanan malam yang diberi nama Kesawan Square di sepanjang Jl. A. Yani.

Namun ditutup, sebagai penggantinya dibangun pusat jajanan di Lapangan Merdeka, yang diberi nama Merdeka Walk.

Kesawan dahulu dan sekarang.
Kesawan dahulu dan sekarang. (HO)

5. Kantor Gubernur Sumut

Kantor Gubernur Sumut ini awalnya merupakan bangunan Deli Proefstation yang merupakan laboratorium atau tempat penelitian bidang pertanian di daerah Deli.

Tapi pada tahun 1926 bangunan ini dialifungsikan sebagai Kantor Gubernur Sumatera Timur pada tahun 1936 sampai saat ini bangunan tersebut difungsikan sebagai Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Kantor Gubernur Sumut dahulu dan sekarang.
Kantor Gubernur Sumut dahulu dan sekarang. (HO)

6. Istana Maimun

Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara, terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun.

Istana Maimun dahulu dan sekarang.
Istana Maimun dahulu dan sekarang. (HO)

7. Bioskop Ria

Bangunan bioskop Ria sekarang berubah menjadi Restaurant Lia yang terletak di Jl. Letjen. MT. Haryono Medan.

8. Masjid Raya

Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909.

Masjid Raya Al-Mashun Medan dahulu dan sekarang.
Masjid Raya Al-Mashun Medan dahulu dan sekarang. (HO)

9. Vihara Kwan Te Kong (Vihara Setia Budi)

Vihara Setia Budi Medan yang merupakan salah satu kelenteng terbesar dan tertua di kota Medan.

Letak Vihara Setia Budi Medan agak tersembunyi di tengah permukiman warga, meskipun masih di tengah Kota Medan, tidak jauh dari Merdeka Walk.

Vihara Kwan Te Kong (Vihara Setia Budi)
Vihara Kwan Te Kong (Vihara Setia Budi) (TRIBUN MEDAN/HO)

10. Stasiun Kereta Api

Stasiun ini diresmikan pembukaannya pada 25 Juli 1886 oleh Deli Spoorweg Maatschappij. Kala itu terdapat jalur yang menghubungkan Stasiun Medan dan Stasiun Labuhan sepanjang 16,7 kilometer.

Stasiun ini juga akan memiliki jalur layang (arah Binjai dan Bandar Khalipah) yang pembangunannya dimulai pada tahun 2016.

Stasiun Kereta Api Medan dahulu dan sekarang.
Stasiun Kereta Api Medan dahulu dan sekarang. (HO)

11. Restoran Tip Top

Restoran nostalgia ini pertama kali berdiri pada tahun 1929 di Lapangan Merdeka Medan dengan nama Restoran Jangkie.

Kemudian pada tahun 1934 pindah ke tempat yang sekarang dan berganti nama menjadi Tip Top Restaurant. Jalan Ahmad Yani kawasan Kesawan Medan.

Tip Top dahulu dan sekarang.
Tip Top dahulu dan sekarang. (HO)
 

12. Menara Air Tirtanadi

Menara Tirtanadi dahulu dan sekarang.
Menara Tirtanadi dahulu dan sekarang. (HO)

Menara Air Tirtanadi merupakan salah satu ikon kota Medan. Bangunan ini didirikan pada tahun 1908, oleh pemerintah Belanda, sebagai tempat penampungan air bagi masyarakat Medan.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul 12 Potret Perbedaan Kota Medan Tempo Dulu dan Sekarang

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved