Kebakaran Melanda Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok

Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kebakaran Melanda Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok
dok Koramil Sembalun
Sabana di Bukit Kondo, kawasan Gunung Rinjani yang dilaporkan terbakar sejak Minggu (23/6/2019) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sebuah video yang memperlihatkan situasi kebakaran di kawasan Gunung Rinjani diunggah di akun Twitter @tnrinjani.

Dalam video berdurasi 16 detik yang diunggah hari ini (24/6/2019), terlihat nyala api di ketinggian gunung, area kebakaran yang menghitam dan asap mengepul.

"Kebakaran dalam kawasan TN Gunung Rinjani," tulis @tnrinjani dalam caption video.

Api yang membara pun terlihat dari jalan raya menuju Gunung Rinjani.

Para petugas segera berusaha memadamkan api, mencegah kebakaran semakin meluas.

Dikutip dari Kompas.com, kebakaran di sabana kawasan Gunung Rinjani yang masuk wilayah Desa Sembalun, Lombok Timur ini melanda sejak Minggu (23/6) sore.

Sempat Jadi Pro Kontra, Pemisahan Tenda Pendakian Pria dan Wanita di Gunung Rinjani Dibatalkan

Ini Alasan Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Ditutup Setiap Hari Jumat

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka, Berikut 2 Cara Booking Secara Online

Hingga September, Pendaki Gunung Rinjani Diprediksi Akan Didominasi Turis Asing

4 Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Dibuka

12 Danau Terindah di Dunia Versi CN Traveler, Adakah Ranu Kumbolo dan Segara Anak?

Api menjalar dari Bukit Propok hingga Bukit Kondo, kemudian menyebar ke Bukit Nunggang.

"Jadi rumput-rumput yang tumbuh di sela-sela bebatuan, bergesekan dengan bebatuan di dekatnya. Sehingga menyebabkan percikan api dan terjadilan kebakaran di kawasan sabana," kata Komandan Rayon Militer (Danramil) Sembalun, Letnan I Inf. Abdul Wahab, saat dihubungi Kompas.com.

Areal yang terbakar sejak Minggu sore hingga Senin ini sepanjang 300 meter dan terus meluas hingga diperkirakan mencapai 100 hektar.

Kebakaran seperti ini disebut bukan pertama kalinya terjadi di musim kemarau.

Lokasi yang terbakar itu juga cukup jauh dari jalur pendakian Gunung Rinjani.

Sehingga masih tergolong aman bagi traveler untuk mendaki Gunung Rinjani.

"Kawasan yang terbakar itu bukit saban dan jauh sekali dari jalur pendakian yang dilalui wisatawan menuju Gunung Rinjani. Jadi tak perlu khawatir," ujarnya.

Gunung Rinjani sendiri termasuk salah satu favorit pendaki.

Pendakian Gunung Rinjani baru kembali dibuka pada 14 Juni 2019 lalu, setelah sempat ditutup akibat gempa dan pemulihan ekosistem.

Ada empat jalur pendakian yang bisa dilewati, yaitu jalur Sembalu, jalur Senaru, jalur Timbanuh dan jalur Aikberik.

Dilihat dari akun Instagram @gunungrinjani_nationalpark keempat jalur pendakian tersebut dibuka dengan kuota yang terbatas.

Jalur Sembalun dan Senaru memiliki kuota sebanyak 150 orang per hari.

Sedangkan kuota pendakian untuk jalur Timbanuh dan Senaru sejumlah 100 pendaki setiap harinya.

Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani juga menyebutkan bahwa pendakian hanya diperbolehkan sampai di Pelawangan.

Pendaki belum diperkenankan naik hingga puncak dan Segara Anak.

Tonton juga:

Ikuti kami di
Penulis: Kurnia Yustiana
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved