Soal Pemisahan Tenda Pendaki Laki-laki dan Perempuan di Gunung Rinjani, Ini Komentar Kepala TNGR

BTNGR angkat bicara soal maraknya pemberitaan TNGR akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan

Soal Pemisahan Tenda Pendaki Laki-laki dan Perempuan di Gunung Rinjani, Ini Komentar Kepala TNGR
Ig/barbieindoworld
Gunung Rinjani 

TRIBUNTRAVEL.COM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) angkat bicara soal maraknya pemberitaan TNGR akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan bagi pendaki Gunung Rinjani.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono dalam keterangan resmi menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program wisata halal dari Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, Sudiyono menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas pihak TNGR.

"Kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR," kata Sudiyono, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Menurut Sudiyono, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih jalur pendakian Rinjani telah dibuka kembali pada 14 Juni 2019.

"Pada saat ini kami sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian khususnya pada e-Tiketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian," kata Sudiyono.

Sudiyono meminta pada seluruh pihak untuk mengakhiri pembicaraan terkait hal tersebut, karena dikhawatirkan akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, semenjak jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 14 Juni lalu, TNGR mencatat hampir 300 pendaki melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur yang dibuka.
Empat jalur yang dibuka di antaranya jalur Sembalun, Senaru, Aiq Berik dan Timbanuh.

Dari jumlah pendaki tersebut, 80 persen merupakan turis asing.

TNGR memperkirakan, hingga bulan September mendatang pendaki Gunung Rinjani akan didominasi turis asing.
Untuk pendaki Nusantara, diprediksi akan mulai ramai saat libur semester, libur hari besar, maupun saat akhir pekan.

Selain itu, TNGR juga meminta kepada para pendaki untuk mematuhi rambu-rambu dan tanda bahaya yang telah terpasang di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNGR Tolak Pemisahan Tenda Pendaki Laki-laki dan Perempuan di Rinjani"

Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved