Breaking News:

Hingga September, Pendaki Gunung Rinjani Diprediksi Akan Didominasi Turis Asing

TNGR memprediksi, hingga bulan September mendatang pendaki Gunung Rinjani akan didominasi turis asing.

Editor: Sinta Agustina
alidesta.wordpress.com
Sabana Gunung Rinjani via jalur Sembalun. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat respon positif dari para pendaki.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono mengatakan, sejak mulai dibuka pada 14 Juni 2019 lalu, jumlah pendaki yang terdaftar hingga Selasa (18/6/2019) tercatat hampir 300 orang pendaki.

"Yang lebih dominan turis asing, hampir 80 persen itu asing. Sekarang sampai dengan hari kemarin hampir 300 pendaki dari empat jalur yang dibuka," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Empat jalur pendakian yang dibuka di antaranya jalur pendakian Sembalun, Senaru, Aiq Berik dan Timbanuh.

TNGR membatasi jumlah pendaki dengan kuota masing-masing 100 orang per hari untuk jalur Aiq Berik dan Timbanuh.

Sementara untuk jalur Senaru dan Sembalun masing-masing 150 orang per hari.

Sudiyono mengatakan, meski jumlah pengunjung belum signifikan, namun geliat perekonomian masyarakat di sekitar jalur pendakian Rinjani mulai tampak.

"Baru beberapa hari tapi sudah mulai, terutama Senaru dengan wisatawan cukup banyak. Ini kan wisatawan perlu kebutuhan hari-hari belanja ke pasar seperti daging, ayam, sayuran, buah, sudah mulai nampak meski belum terlalu signifikan," terang Sudiyono.

TNGR memprediksi, hingga bulan September mendatang pendaki Gunung Rinjani akan didominasi turis asing.

Untuk pendaki Nusantara, diprediksi akan mulai ramai saat libur semester, libur hari besar, maupun saat akhir pekan.

Sudiyono menambahkan, saat ini TNGR telah memasang rambu-rambu, tanda peringatan dan tanda bahaya daerah rawan longsor di sepanjang jalur pendakian Rinjani.

Ia berharap, wisatawan tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu yang telah terpasang.

TNGR menghimbau kepada para pendaki yang melalui jalur Sembalun dan Senaru untuk membawa bekal air lebih karena setelah pos dua, sumber air minim akibat gempa Juli 2018 lalu.

Sementara untuk jalur Aiq Berik dan Timbanuh, sumber air cukup melimpah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jalur Dibuka, Pendaki Gunung Rinjani Didominasi Turis Asing.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved