Berlaku di Indonesia, Penumpang Timbang Berat Badan Sebelum Naik Pesawat

Sebuah perusahaan start up asal Inggris ingin menimbang penumpang sebelum naik pesawat, sama halnya dengan menimbang barang bawaan penumpang.

Berlaku di Indonesia, Penumpang Timbang Berat Badan Sebelum Naik Pesawat
cnn.com
Ilustrasi menimbang berat badan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah perusahaan start up asal Inggris, Fuel Matrix ingin menimbang penumpang sebelum naik pesawat, sama halnya dengan menimbang barang bawaan penumpang tersebut.

Tujuannya untuk meringankan biaya sekaligus emisi karbon yang dihasilkan oleh pesawat.

Bukan rahasia umum bahwa semakin berat beban pesawat, maka semakin banyak menghabiskan bahan bakar.

Berujung pada pembengkakan biaya dan emisi karbon yang meningkat.

Kebanyakan maskapai di Eropa, lewat European Aviation Safety Agency sejak 2009 sebenarnya telah memprediksi biaya pesawat berdasarkan beban penumpang.

Beban biaya maskapai jika dibagi dengan berat rata rata penumpang maka satu orang penumpang laki laki maksimal 88 kg, satu orang penumpang perempuan maksimal bobot 70 kg, dan maksimal bobot anak anak 35 kg.

Semuanya sudah termasuk barang bawaan masuk kabin.

Namun pada kenyataanya, di zaman sekarang jumlah maskimal tersebut sudah tidak relevan.

"Sangat penting untuk mengetahui berat yang dibawa maskapai untuk memastikan bahan bakar yang dibawa dengan akurat. Jika penumpang ditimbang sebelum lepas landas, pesawat akan secara akurat menghitung bobot bahan bakar," jelas CEO of technology start-up Fuel Matrix, Roy Fuscone dilansir dari Lonely Planet

Fuscone yang saat ini memperkenalkan teknologi pengukuran dan pemindaian ke bandara-bandara Inggris mengatakan pengukuran bobot penumpang dapat dilakukan dengan cara yang tidak menyinggung dan angka bobot penumpang akan menjadi rahasia maskapai.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved