Mengapa Mengunyah Permen Karet Dilarang di Singapura? Ini Penjelasannya

Ketika pertama kali terungkap pada awal 1990-an, larangan mengunyah atau menjual permen karet menjadi satu fokus utama para jurnalis Barat.

Mengapa Mengunyah Permen Karet Dilarang di Singapura? Ini Penjelasannya
wittyfeed.com
Larangan Mengunyah Permen Karet di Singapura 

TRIBUNTRAVEL.COM - Larangan Singapura untuk penjualan permen karet mungkin adalah hukum paling terkenal di dunia.

Ketika pertama kali terungkap pada awal 1990-an, larangan mengunyah atau menjual permen karet menjadi satu fokus utama para jurnalis Barat ketika menulis tentang Singapura.

Sesuatu yang sering diabaikan adalah bahwa hukum ini tidak seketat dulu.

Sejak Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Singapura ditandatangani pada 2004, mengunyah permen karet dengan manfaat kesehatan (seperti permen gigi atau permen nikotin dan pilihan bebas gula lainnya) tersedia di apotek.

Permen karet
Permen karet (Youtube.com)

5 Negara yang Memiliki Larangan Unik, Dilarang Makan Permen Karet hingga Menjilat Jari

Sejujurnya, tidak ada yang akan menghentikan kamu dari memiliki beberapa paket permen karet di tas ketika kembali dari luar negeri.

TONTON JUGA

Larangan ini dilakukan dalam upaya untuk menjaga Singapura tetap bersih

Menurut Lee Kuan Yew , Perdana Menteri pertama Singapura, ia pertama kali diberitahu tentang larangan mengunyah permen karet pada awal 1980-an oleh Menteri Pembangunan Nasional.

Singapura
Singapura (instagram.com/@globetrottingsu)

Permen Karet Dilarang di Singapura, Pedagang yang Menjual Akan Dikenakan Denda

Pada saat itu, beberapa kontrol awal diberlakukan termasuk larangan iklan televisi yang mempromosikan penjualan atau konsumsi permen karet.

Selama bertahun-tahun, Dewan Pengembangan Perumahan dilaporkan menghabiskan SGD 150.000 per tahun untuk membersihkan permen karet yang dibuang di trotoar, lubang kunci, sekitar perumahan dan bahkan kursi-kursi transportasi umum.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved