Paguyuban Jeep Malang Raya Gugat TNBTS karena Kuota Armada ke Gunung Bromo

Paguyuban Jeep Malang Raya berniat menggugat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terkait pembatasan kuota armada

Paguyuban Jeep Malang Raya Gugat TNBTS karena Kuota Armada ke Gunung Bromo
surya.co.id/benni indo
Sejumlah jeep melintas di kawasan Gunung Bromo, TNBTS, Kabupaten Probolinggo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Paguyuban Jeep Malang Raya berniat menggugat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terkait pembatasan kuota armada yang diperbolehkan melayani penumpang ke Bromo.

Pembatasan kuota armada sejak 9 Mei lalu dinilai merugikan warga yang memiliki usaha melayani transportasi wisata.

Ketua Paguyuban Jeep Malang Raya Idhamsyah Putra menjelaskan, dari 94 jeep anggotanya, hanya diperbolehkan 21 jeep yang beroperasi naik ke Bromo.

“Tentu saja, seluruh anggota kami terkendala tidak dapat melayani penumpangnya. Sementara, paguyuban lain tidak ada pembatasan kuota,” katanya, Jumat (14/6/2019).

Idhamsyah mengatakan alasan pembatasan kuota karena mereka dianggap bukan warga lokal terkesan berat sebelah.

Anggapan sebagai bukan warga lokal telah dianggap tidak berhak melayani pengunjung Bromo.

“Ada SK dari TNBTS yang isinya untuk mengangkut wisatawan ke Bromo, harus jeep dari paguyuban lokal,” terang dia.

Gesekan dengan paguyuban lokal ini, diakuinya sudah terjadi beberapa kali.

Jeep anggota Paguyuban Malang Raya dihentikan anggota paguyuban lokal di rest area Gubuk Klakah, Poncokusumo.

“Mereka selalu menghitung jeep-jeep anggota kami yang sudah naik hingga mencapai 21 armada. Setelah itu, mereka menghentikan yang lain,” ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved