Mengapa Matahari Terbit dan Tenggelam pada Waktu yang Berbeda Setiap Hari?

Mereka yang tinggal di belahan Bumi bagian utara mungkin menikmati matahari yang terbit lebih awal dan tenggelam lebih malam saat musim panas.

Mengapa Matahari Terbit dan Tenggelam pada Waktu yang Berbeda Setiap Hari?
TRIBUNTRAVEL.COM/SINTA AGUSTINA
Wisatawan menanti matahari terbit di Penanjakan 1 Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (3/2/2019). 

Mengapa Matahari Tidak Terbit dan Terbenam di Waktu yang Sama Setiap Hari?

Namun, Bumi tidak memiliki orbit yang berupa lingkaran sempurna.

Seperti yang kita ketahui, orbit Bumi berbentuk sedikit elips.

Ini membuat matahari berjalan melewati langit dengan kecepatan yang berbeda tergantung pada posisi Bumi pada orbitnya saat mengitari matahari.

Sumbu Bumi juga tidak tegak lurus pada orbitnya. Sumbu bumi sedikit miring sekitar 23,4 derajat.

Inilah mengapa sebagian wilayah di Bumi memiliki empat musim.

Saat belahan Bumi bagian utara menghadap ke matahari, penduduk di bagian Bumi itu mengalami musim panas. Ini membuat matahari terlihat tinggi di angkasa.

Sebaliknya, di waktu musim dingin, belahan Bumi bagian utara tidak menghadap matahari sehingga matahari tidak setinggi saat musim panas.

Kemiringan sumbu Bumi ini juga membuat fenomena solstis musim panas yang biasanya terjadi pada tanggal 21 Juni di belahan Bumi bagian utara.

Fenomena solstis musim panas ini membuat siang hari lebih lama.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved