Breaking News:

Rencana Uji Coba Pedestrian Malioboro Dapat Sambutan Positif Kusir Andong dan Tukang Becak

Slamet (67), kusir yang berada di kawasan Malioboro menyambut positif kebijakan ini. Dia mengaku senang jika becak kayuh dan andong menjadi prioritas.

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
KAWASAN PEDESTRIAN. Warga beraktivitas di kawasan jalan Malioboro, kota Yogyakarta, Senin (5/11/2018). Direncanakan akan dilaksanakan ujicoba pelaksaaan jalan Malioboro menjadi kawasan pedestrian secara penuh hanya bus Transjogja dan kendaraan tak bermotor yang boleh melintas. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Rencana uji coba pedestrian Malioboro disambut positif banyak pihak. Hal ini lantaran pada saat pelaksanaan uji coba ini kawasan ikon Yogyakarta ini akan steril dari kendaraan bermotor terkecuali bus TransJogja.

Uji coba ini diharapkan membawa angin segar bagi kusir andong dan pebecak kayuh. Pasalnya, dua kendaraan tradisional inilah yang disebut-sebut akan menjadi prioritas dalam konsep pedestrian ini.

Slamet (67), kusir yang berada di kawasan Malioboro menyambut positif kebijakan ini. Dia mengaku senang jika becak kayuh dan andong menjadi prioritas.

"Kami senang kalau becak dan andong jadi prioritas, " katanya kepada Tribun Jogja, Selasa (11/6/2019).

Saat ini, keberadaan andong menjadi salah satu moda transportasi lokal yang tak terpisahkan dari Malioboro. Hanya, saat ini penghasilan mereka mulai tersisihkan dari kendaraan online dan juga kendaraan bermotor.

"Mudah-mudahan penumpangnya nanti lebih banyak, " ujar pria asal Nambangan, Pundong ini.

Slamet menuturkan, pada hari biasa rata-rata dia bisa mendapat uang kisaran Rp 50 ribu bahkan terkadang tak ada order sama sekali. Jika liburan, penghasilannya bisa mencapai Rp 500 hingga 700 ribu.

Robin (27), kusir andong lainnya mengatakan, jika konsep pedestrian diterapkan akan menguntungkan andong dan becak.

Di berharap uji coba dan penerapan pedestrian ini akan membuat kusir becak dan andong lebih makmur.

"Kami juga bebas berjalan karena sebelumnya andong, becak, pejalan kaki, kendaraan bermotor jalan sama-sama. Ini juga lebih aman, " paparnya.

Dia menjelaskan, penghasilan perharinya sejauh ini masih cukup untuk membeli pakan kuda. Sementara saat ramai kunjungan, dalam sehari dia bisa mengantongi Rp 500 ribu.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kusir Andong dan dan Tukang Becak Kayuh Berharap Untung Dari Penerapan Pedestrian Malioboro

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved