Video Viral Berisi Cara Menguji Makanan Asli atau Palsu Tidak Terbukti Benar

Video menguji keaslian makanan yang dibuat oleh platform media sosial Blossom di bawah perusahaan First Media sedang viral beberapa waktu yang lalu.

Video Viral Berisi Cara Menguji Makanan Asli atau Palsu Tidak Terbukti Benar
FOTO: Facebook / Blossom
Percobaan untuk membuktikan makanan asli dan palsu 

TRIBUNTRAVEL.COM - Video menguji keaslian makanan yang dibuat oleh platform media sosial Blossom di bawah perusahaan First Media sedang viral beberapa waktu yang lalu.

Video berdurasi tiga menit itu pertama kali diterbitkan pada 1 Juni, bertujuan untuk memberi tahu penonton tentang uji coba makanan asli dan palsu.

Sejak pertama dibagikan, video itu ditonton 92 juta kali di Facebook dalam waktu seminggu dan dibagikan lebih dari 3 juta pengguna.

Namun, sebagian besar klaim mereka kini dipertanyakan.

Situs web pengecekan fakta online Snopes menerbitkan sebuah laporan pada hari Rabu (5 Juni).

Kunjungi Solo di Akhir Pekan, Jokowi dan Keluarga Santap Kuliner hingga Belanja di Pasar

4 Tempat Makan Lupis di Jogja, Jajanan Tradisional yang Sudah Melegenda

Libur Akhir Pekan di Kebumen, Kunjungi 6 Wisata Curug Ini

6 Kota di Indonesia yang Punya Spot Mural yang Instagramable

TONTON JUGA :

Situs tersebut mengungkap beberapa kesalahan terkait eksperimen dalam video tersebut.

Dari klaim mereka, empat di antaranya tidak terbukti atau tidak dapat diandalkan, lima memiliki tanggapan beragam (tidak jelas), sementara empat yang lain ditemukan benar-benar salah.

Kini, video tersebut sudah tidak bisa ditemukan lagi di Facebook, namun beberapa Youtuber mencoba membuat video lain untuk membuktikan beberapa penelitian dalam postingan video Blossom tersebut.

Di antaranya adalah siaran YouTube Raphael Gomes yang ikut mengomentarri video tutorial uji makanan yang diterbitkan Blossom.

Lalu, apa saja klaim yang dinilai salah dalam video tersebut?

Eksperimen pertama mereka ditujukan untuk melihat perbedaan antara keju alami dan keju olahan.

Keju olahan yang ditambahkan bahan kimia terlihat 'sulit meleleh' saat dibakar.

Melihat hal ini, Eric Decker, seorang akademisi terkemuka di bidang ilmu pangan di AS menyatakan percobaan itu sebagai "kebalikan dari kenyataan".

Adanya aditif yang ditambahkan ke keju dapat meleleh membuat keju meleleh dengan lebih mudah, katanya.

Klaim palsu lainnya adalah beras dari China dan negara lain dicampur dengan plastik oleh pedagang supaya mendapat untung besar.

Menurut Snopes, tiga tahun yang lalu berita tersebut terbantahkan.

First Media menolak berkomentar tentang cara memperoleh 'beras plastik' dalam video yang meleleh di wajan, atau jika mereka menambahkan sesuatu pada beras sebelum syuting.

Adakah eksperimen mengkhawatirkan lain yang terbukti salah?

Suplemen sintetis terbakar, sedangkan suplemen alami tidak.

"Itu hanya omong kosong," kata Decker kepada Snopes.

Dalam percobaan lain, Blossom menambahkan jus lemon ke dalam es krim untuk membuktikan bahwa es krim telah ditambahkan deterjen  sehingga terlihat berkilau saat terkena cahaya.

Eksperimen pertama mereka dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan antara keju alami dan keju olahan, dengan keju olahan yang ditambahkan secara kimia terbukti 'sulit meleleh'.
Eksperimen pertama mereka dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan antara keju alami dan keju olahan, dengan keju olahan yang ditambahkan secara kimia terbukti 'sulit meleleh'. (FOTO: Facebook / Blossom)

Sumber klaim diduga berasal dari dokumen 2012 dan 2013 oleh Sitaram Dixit, ketua organisasi nirlaba di India.

Sementara secara ilmiah tidak terbukti valid, maka percobaan ini tidak ada hubungannya dengan makanan yang tersedia di AS dan banyak negara lain.

Snopes menilai bahwa penting bagi penelitian tersebut menyertakan dari mana makanan berasal.

Dikutip TribunTravel dari laman AsiaOne, pernyataan First Media kepada Snopes menyebutkan bahwa video tidak ditujukan untuk semua produk atau produsen tertentu, juga tidak membuat saran atau rekomendasi terkait kesehatan atau nutrisi.

"Video ini menunjukkan hal-hal yang kami anggap penting bagi audiens global kami, namun, konten ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sebagai hiburan."

Meski sebagian percobaan salah atau tidak terbukti benar secara ilmiah, ada tiga percobaan yang 'benar' dalam video tersebut, di antaranya:

- Untuk menguji apakah madu telah dicampur air, celupkan sumbu lilin di dalamnya.

Madu yang telah diencerkan dengan air tidak akan terbakar.

- Cuci produk segar (buah dan sayur) dengan air hangat untuk menghilangkan lapisan lilin.

- 'Lem daging' biasanya digunakan untuk mengikat potongan daging yang lebih kecil menjadi satu sehingga terlihat lebih besar.

Kemenpar Joint Promotion dengan Maskapai Vietnam, Vietjet Air

Selain Atraksi, Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko juga Sajian Kuliner Menarik

Libur Lebaran, Bendi Wisata di Pantai Parangtritis Terlihat Sepi Peminat

H+3 Lebaran, Jokowi Ajak Keluarga Belanja di Pasar Gede Solo

TribunTravel.com/rizkytyas

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved