Breaking News:

Ramadan 2019

Tradisi Weh Huweh saat Malam ke-21 Ramadan, Penduduk Demak Bebas Bertukar Makanan

Untuk menyambut hari ke-21 pada bulan Ramadhan atau masyarakat Jawa menyebutnya dengan malam likuran, Demak punya cara tersendiri.

KOMPAS.com/ARI WIDODO
Warga Domenggalan, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, saling berbagi dan bertukar makanan dalam tradisi Weh Huweh menyambut hari ke-21 Bulan Ramadhan, Sabtu (25/5/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Untuk menyambut hari ke-21 pada bulan Ramadhan atau masyarakat Jawa menyebutnya dengan malam likuran, Demak punya cara tersendiri.

Kota Wali di Jawa Tengah yang pernah menjadi pusat peradaban Islam pada awal masa penyebarannya ini menyimpan tradisi Weh Huweh yang tak lekang digerus zaman.

Tradisi yang juga disebut Weh wehan ini merupakan tradisi bertukar makanan yang disajikan di depan rumah masing-masing.

Momen Weh Huweh biasa digelar lepas shalat maghrib hingga menjelang isya.

Makanan yang ditukarkan sesuai dengan ciri khas keluarga masing-masing.

Tradisi Weh Huweh berpusat di sepanjang Jalan Sampangan hingga Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Demak.

Permukiman padat penduduk itu terlihat semarak oleh lalu lalang masyarakat yang saling menyapa sambil menukarkan berbagai bentuk sajian.

Senyum ceria menghiasi raut setiap yang terlibat.

Di kanan kiri, terlihat juga balon warna-warni yang menambah ceria suasana.

Turun temurun Ahmad Zaky Mubarok, tokoh masyarakat setempat yang lahir dan dibesarkan di Kota Wali Demak, menuturkan, tradisi Weh huweh sudah dilakukan turun temurun.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved