Mencicipi Pentol Tahu Dhulit di Madura yang Dimakan Pakai Sambal Petis

Makanannya hanya pentol tahu dhulit, seperti pentol yang dijual pedagang lain. Namun, yang menjadi ciri khas adalah sambal yang terbuat dari petis.

Mencicipi Pentol Tahu Dhulit di Madura yang Dimakan Pakai Sambal Petis
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Makanan pentol dhulit dengan ciri khas sambal petis asli Madura di Desa/Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ketika berada di Desa/Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, jangan lupa menikmati warung pentol tahu dhulit.

Makanannya hanya pentol tahu dhulit, seperti pentol yang dijual pedagang lain.

Namun, yang menjadi ciri khas adalah sambal yang terbuat dari petis.

“Proses pembuatan pentolnya seperti pentol pada umumnya. Di sini yang menjadi pembeda adalah resep dan sambalnya yang dari petis," kata Totok Hardiyanto (30), pemilik warung pentol dhulit kepada TribunMadura.com, Minggu (24/3/2019).

“Kami menggunakan sambal ciri khas petis Madura,” lanjutnya.

Meski petis yang juga menjadi ciri khasnya, juga disediakan sambal tomat untuk bagi pemesan.

“Alhamdulillah ini berjalan sudah sekitar tiga tahun,” kata suami dari Siti Hanifah (28).

Menurutnya, para pembeli tidak hanya dari warga sekitar.

Tapi juga ada pembeli yang dari kepulauan di Sumenep, Kalianget, dan Pamekasan.

“Saya setiap hari menghabiskan 11 wadah papan tahu,” katanya.

Warung pentol dhulit itu buka sejak pukul 09.00 WIB sampai sekitar pukul 23.00 WIB.

Pria satu anak itu mengaku memiliki warung usaha itu karena tidak ingin tergantung usaha kepada orang lain.

“Saya ingin punya usaha sendiri, dan tidak punya ketergantungan kepada orang lain,” jujurnya.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Pentol Tahu Dhulit Sumenep dengan Ciri Khas Sambal Petis Madura.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved