Dua Wanita ini Meninggal karena Terkontaminasi Bakteri Berbahaya dalam Seafood

Dua perempuan Tiongkok dilaporkan secara terpisah diketahui meninggal dunia karena makan Seafood secara sembarangan.

Dua Wanita ini Meninggal karena Terkontaminasi Bakteri Berbahaya dalam Seafood
World of Buzz
Ilustrasi Seafood dan Korban Meninggal 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler, berhati-hatilah bila ingin mengkonsumsi makanan yang terbuat dari seafood.

Meskipun seafood dikenal dengan cita rasanya yang menggugah selera, kamu perlu memilih-milih tempat yang menyajikan menu seafood dan jangan sembarangn.

Pasalnya, dua perempuan Tiongkok dilaporkan secara terpisah diketahui meninggal dunia karena makan Seafood secara sembarangan.

Dilansir oleh Tribun Travel dari World of Buzz (21/5/2019) dua orang perempuan ini meninggal dunia setelah makan siput laut.

Ilustrasi Seafood dan Korban Meninggal
Ilustrasi Seafood dan Korban Meninggal (World of Buzz)

2 Orang Wanita Meninggal Setelah Makan Seafood

Kejadiaan ini terjadi di Fujian, Tiongkok di mana kedua korban secara terpisah meninggal dalam sehari setelah dirawat di rumah sakit.

Kedua wanita ini dilaporkan tewas pada April dan Mei karena menderita infeksi mematikan setelah makan siput laut yang terkontaminasi bakteri pemakan daging.

TONTON JUGA

Diwartakan oleh China Press, korban pertama adalah seorang wanita berusia 50-an tahun dan ia dilarikan ke rumah sakit setelah kedua kakinya mulai membengkak dan menderita demam.

Darah wanita tersebut kemudian diperiksa dan diketahui terdapat suatu jenis bakteri pemakan daging, Vibrio vulnificus ada dalam darahnya.

Hanya dalam beberapa jam, kondisinya turun drastis dari buruk menjadi kritis dan kemudian ia meninggal setelah organ mayornya gagal berfungsi secara normal.

Dilaporkan bahwa keluarga korban itu memiliki toko seafood.

Sementara kasus kedua, korban juga didiagnosa terkena bakteri pemakan daging yang sama.

Setelah delapan jam dirawat di rumah sakit, kakinya mengalami infeksi parah yang akhirnya menjadi sepsis, respon ekstrem tubuh dalam menghadapi infeksi.

Kondisi ini dapat memicu reaksi rantai yang dengan cepat menuju kerusakan jaringan dan organ, dan kemudian ia tak bisa melawan infeksi itu dan meninggal dunia.

Anggota keluarganya mengatakan bahwa dia makan siput laut atau escargot dan makanan laut lainnya sebelum kejadian tersebut.

Menyusul insiden itu, seorang dokter merilis pernyataan bahwa bakteri pemakan bakteri itu hidup di perairan dan lautan di mana suhu air sekitar 20 derajat celcius.

Bakteri ini memasuki tubuh melalui luka atau karena menelan makanan laut yang terkontaminasi dan tidak matang.

Takut Gosong Setelah Liburan? 5 Produk Ini Bisa Lindungi Kulit dari Sengatan Sinar Matahari

Hot Pot Meledak di Wajah Pelayan Restoran Ketika Mencari Korek Api yang Jatuh ke Dalamnya

5 Fakta Unik Tentang Korea Selatan, Termasuk BTS Effect

Mabuk, Penumpang Pesawat di Rusia Serang Pilot dan Lukai Pramugari

Bandara Semarang : Lion Air Siapkan Penerbangan Tambahan 11.718 Kursi untuk Mudik Lebaran

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved