Kraca, Makanan Khas Banyumas Berbahan Dasar Keong yang Banyak Diburu saat Ramadan

Dalam suasana bulan Ramadan saat ini kraca menjadi menu andalan berbuka. Banyak masyarakat yang suka dengan olahan keong tersebut.

Kraca, Makanan Khas Banyumas Berbahan Dasar Keong  yang Banyak Diburu saat Ramadan
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Kraca olahan dari keong, makanan khas Banyumas. 

Jika dalam sehari saja bisa memasak sampai 100 kilogram, maka dalam sebulan berati bisa mencapai 3 kwintal kraca.

Para pembeli biasanya membeli sesuai dengan pesanan. Terkadang ada yang membeli sampai 15 kilogram.

Pada hari-hari biasa, para pembeli kebanyakan adalah para karyawan kantor selepas pulang kerja.

Bulan Ramadan memang menjadi bulan yang berkah. Terutama bagi Khamlani dan usaha kracanya. Pada hari biasa dirinya tidak memasak banyak kraca seperti bulan puasa. 

Hari-hari biasa hanya sekira 25 kilogram saja dia masak.

Keong sawah yang merupakan bahan utama pembuatan kraca, diperoleh dari daerah Pekalongan dan Demak.

Meskipun berbahan utama keong, tetapi untuk menciptakan rasa yang berbeda, ditambahkan pula bahan masakan lain untuk menggugah selera.

"Harga satu kilogram kraca adalah Rp 40 ribu, tetapi rata-rata pembeli banyak juga yang membeli setengah kilogram," jelasnya.

Proses memasak kraca tergolong tidak  sederhana. Pertama keong mentah  dicuci terlebih dahulu hingga bersih.

Setelah bersih, keong kemudian dilubangi pada bagian ujungnya. Tujuannya supaya menghilangkan kotoran sekaligus agar bumbu meresap ke dalam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved