Menyambut Persiapan Penerbangan Perdana Lintas Negara di Yogyakarta International Airport

Sekda DI Yogyakarta menyebut persiapan untuk penerbangan Internasional di Yogyakarta International Airport (YIA) terus dipersiapkan.

Menyambut Persiapan Penerbangan Perdana Lintas Negara di Yogyakarta International Airport
Twitter/ @Sutopo_PN
Potret megahnya New Yogyakarta International Airport atau Bandara International Yogyakarta Airport di Kulon Progo 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sekda DI Yogyakarta menyebut persiapan untuk penerbangan Internasional di Yogyakarta International Airport (YIA) terus dipersiapkan.

Beberapa persyaratan pun tengah dipenuhi agar bandara tersebut bisa beroperasional secara internasional.

"Untuk penerbangan internasional memang butuh kesepakatan flight dengan luar negeri, " jelasnya, Rabu (9/5/2019).

Gatot menambahkan, sepanjang memenuhi persyaratan internasional maka penerbangan internasional ini bisa dilaksanakan.

Diantaranya, saat ini sudah disediakan sarana pendukung seperti kereta bandara dan juga bus DAMRI.

"Sepanjang memenuhi persyaratan internasional sangat bisa. Sudah disediakan sarana pendukungnya seperti kereta api bandara dan juga Damri, " ujar Gatot.

Adapun dinamika pembangunan bandara pun sudah dilalui.

Saat ini, penerbangan di YIA masih belum sepenuhnya bisa 100 persen domestik.

Ada beberapa tambahan yang dilakukan seperti penerbangan menggunakan maskapai Citilink, Batik Air dan Garuda.

Dia menambahkan, untu penetapan lokasi untuk jalur kereta api Kedundang hingga bandara internasional Yogyakarta tinggal menunggu proses administrasi.

Penyuluhan dan sosialisasi di lapangan pun sudah dilaksanakan.

Dia menjelaskan, untuk jalur ini disepakati ada yang melayang dan atgrade. Namun, idealnya pada saat masuk bandara lantai dua.

"Idealnya gitu kalau jalan. Kalau soal berapa bidang yang dibebaskan, saya kurang tahu, " ujarnya.

Adapun untuk jalan pisah dengan kereta reguler, Gatot pun enggan berkomentar.

Hal tersebut menjadi kewenangan dari PT KAI untuk menjawab. Adapun, untuk kereta khusus bandara, kata dia, dimungkinkan ada. Kereta tersebut jalurnya bisa jadi 
mirip dengan kereta prameks yang selama ini beroperasi.

"Prameks plus kereta eksekutif, kereta bandara. Untuk kereta khusus bandara itu silakan ditanyakan teman-teman KAI, " urainya.

Dia menjelaskan, penumpang nantinya bisa turun di Wates ataupun di Kedundang. Selain itu, untuk sementara penumpang juga bisa turun di stasiun Wojo.

Adapun sejauh ini karena penerbangan masih terbatas, maka kereta api menyesuaikan jadwal penerbangan.

Kepala Bidang Angkutan Darat, Dishub DIY, Sumaryoto menjelaskan, ada 47 slot angkutan darat yang dibuka oleh PT AP 1.

Slot ini terdiri dari 12 untuk bus Damri. Namun, 10 bus Damri yang akan masuk trayek Yogya maupun Jateng, dua bus untuk shuttle. Kemudian, 15 armada dari shuttleku, 10 
taksi dari Organda, dan 10 angkuta khusus dari bandara.

“Nantinya 47 slot ini untuk melayani sekitar 5 atau maksimal 6 flight internasional. Lalu di akhir 2019 yang akan full operasional belum disusun lagi. Kami lihat animo 
masyarakat penumpang dan potensinya,” ujarnya.

Maskapai Ajukan Rute Penerbangan

Prosesi water salute mewarnai momen pendaratan perdana pesawat komersil berpenumpang di Yogyakarta International Airport (YIA), Senin (6/5/2019).
Prosesi water salute mewarnai momen pendaratan perdana pesawat komersil berpenumpang di Yogyakarta International Airport (YIA), Senin (6/5/2019). (TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu)

Tiga maskapai penerbangan sudah mengajukan usulan izin rute operasi ke Yogyakarta International Airport (YIA) alias Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kabupaten Kulon Progo.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau perkembangan pembangunan YIA, Sabtu (4/5/2019).

Budi mengungkapkan, ketiga maskapai yang sudah mengusulkan rute itu adalah Citilink, Batik Air, dan Lion Air. Saat ini, ketiga maskapai sedang mempelajari rute mana saja yang akan dilayani via YIA. Namun, sudah dipastikan pada rute Jakarta-YIA segera beroperasi, khususnya untuk Citilink.

"Sudah dipastikan kalau Citilink dari Jakarta-Yogyakarta-Jakarta. Sedangkan Batik dari Jakarta-Yogyakarta lalu ke Bali," kata Budi Karya.

Pada masa awal operasi penerbangan di YIA ini, menurutnya baru akan ada dua slot penerbangan dulu yakni Citilink dan Batik Air.

Penambahan akan dilakukan bertahap dalam hitungan hari karena ada kecenderungan potensi yang bagus di lapangan. Pihaknya dalam hal ini memberi kebebasan pada maskapai untuk merencanakan rutenya sedangkan Kemenhub tinggal mengarahkan saja.

Apalagi, jelang momen Lebaran sudah dipastikan slot di Bandara Adisucipto Yogyakarta bakal terisi penuh dan ini jadi kesempatan untuk mengarahkan penerbangan melalui YIA.

"Lebaran pasti banyak kesempatan. Yogyakarta dengan keadaan sekarang ini sudah penuh. Ini jadi kesempatan bagi kita (untuk buka penerbangan di YIA). Slot ini akan banyak membantu pergerakan (arus mudik) dari Jakarta ke Jawa bagian selatan," kata Menhub.

Sedangkan operasi penerbangan internasional, Budi menyebut pihaknya masih menunggu kepastian dari maskapai. Mereka membutuhkan sekitar dua minggu untuk mengurus dokumen-dokumen terkait izin operasi rute di YIA.

Sedangkan untuk izin slot di tingkat kementerian, hal itu sudah dibahasnya bersama Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

"Kita tidak akan memaksakan penerbangan internasional dulu karena mereka butuh waktu dia minggu untuk persiapkan dokumen, Izin slot kami bahas langsung dengan Dirjen. Karenanya, beberapa slot Batik dan Citilink langsung kita setujui," kata Budi.

Kereta Bandara

Kereta Bandara
Kereta Bandara (Istimewa)

Sejak tanggal 6 Mei, lalu Kereta Api (KA) Bandara sudah mengangkut 161 penumpang. KA Bandara merupakan kereta api menunjang Bandara baru Yogyakarta International 
Airport (YIA) yang berada di Kulonprogo.

KA Bandara sendiri memiliki relasi dari St Maguwo, St Yogyakarta, St Wates berhenti di St Wojo, serta relasi dari St Wojo menuju St Wates, St Yogyakarta dan berhenti di St Maguwo.

Di hari pertama KA Bandara beroperasi, dari St Maguwo sampai dengan Wojo, sudah ada 7 penumpang yang naik KA ini.

Di tanggal 7 Mei, jumlah tersebut mengalami penambahan, yakni menjadi 25 penumpang. Pada tanggal 8 Mei, jumlah tersebut kian naik, yakni menjadi 43 penumpang.

Begitu pula sebaliknya, KA Bandara relasi St Wojo sampai dengan St Maguwo juga mengalami peningkatan, yakni di hari pertama yang hanya berjumlah 11 penumpang, di 
tanggal 7 Mei bertambah menjadi 26 penumpang.

Untuk di tanggal 8 Mei, jumlah tersebut juga mengalami peningkatan cukup banyak, yakni menjadi 49 penumpang.

Sehingga secara keseluruhan, jumlah penumpang yang naik KA Bandara menjadi 161 penumpang.

Sebelumnya, Eko Purwanto, Kepala Daop 6 PT Kereta Api Indonesia mengungkapkan untuk satu rangkaian kereta api terdapat 4 gerbong yang terdiri dari 196 tempat duduk.

"Ada fasilitas berdiri juga. Sekitar 50% dari jumlah tempat duduk. Memang kereta itu di design untuk Bandara. Jadi sudah ada tempat koper dan barang-barang ada. Kalau 
aturan barang bawaan juga sama seperti sebelumnya, dan pasti di pesawat juga ada ketentuan," terangnya.

Mengenai jarak tempuh dari stasiun Maguwo ke Wojo sendiri sekitar 45 menit, sedangkan dari stasiun Tugu ke Wojo membutuhkan waktu 30 menit. Begitu pula sebaliknya.

"KA kita pastikan akan sampai ke Bandara 1 jam sebelum penerbangan. Kalau untuk KA Bandara selain penumpang bandara juga boleh naik, namun untuk tarif kita samakan 
dengan KA Bandara," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Menanti Penerbangan Perdana Lintas Negara di Yogyakarta International Airport

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved