Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional

Beduk hasil karya Zaemadi (61), perajin bedug asal Grabag ternyata tak hanya dikenal di nasional saja, tetapi bisa tembus hingga pasar internasional.

Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional
istimewa
Zaemadi, bersama beduk buatannya bersama rekan-rekan perajin di Dusun Bleder RT06/06, Desa Ngasinan, Kecamata Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (7/5/2019). 

Kulit beduk sendiri juga dicarikan kulit sapi yang khusus, terutama kulit sapi jawa.

Kulit sapi varietas itu dinilai lebih kuat.

Sementara untuk kulit sapi peranakan metal atau lainnya, kulitnya terlalu tebal.

Bagian luar beduk juga diukir dengan ornamen-ornamen bunga dan kaligrafi.

Begitu juga tiang-tiang penyangganya.

Di badan beduk, diukir sebait lafal dari bacaan azan ''Hayya Alas Salah, Hayya Alal Falah'' artinya Mari menunaikan salat, Mari meraih kemenangan".

Badan beduk dicat sesuai permintaan, lalu dipernis agar mengkilat. Begitu juga tiang penyangganya.

"Ada 10 orang perajin yang bekerja membantu membikin dan mengukir beduk. Ukiran kaligrafi yang dibuat secara manual sesuai permintaan, tetapi umumnya adalah bacaan Hayya Alas Salah dan Hayya Alal Falah, yang berisi seruan atau ajakan untuk salat. Seperti halnya azan, beduk ini juga berfungsi memberikan penanda dan mengingatkan orang-orang untuk salat," katanya.

Beduk buatan Zaemadi dan para perajin diklaim tahan lama hingga puluhan tahun.

Ratusan beduk yang dibuat dari 1991, tak ada satupun yang dikembalikan rusak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved