Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional

Beduk hasil karya Zaemadi (61), perajin bedug asal Grabag ternyata tak hanya dikenal di nasional saja, tetapi bisa tembus hingga pasar internasional.

Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional
istimewa
Zaemadi, bersama beduk buatannya bersama rekan-rekan perajin di Dusun Bleder RT06/06, Desa Ngasinan, Kecamata Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (7/5/2019). 

Pembuatannya relatif cepat, beberapa bulan saja, tergantung tingkat kesulitan.

"Lama pengerjaan, semisal kalau tebang pohonnya bulan satu, maka harus menunggu delapan bulan sampai setahun untuk mengeringkan kayunya. Proses pengeringannya masih manual, dengan sinar matahari sehingga waktu lama," ujar Zaemadi.

Kayu yang digunakan dari pohon Sengon, Albasia, dan Munggur yang memiliki diameter yang besar.

Pohon dengan diameter besar tersebut sudah jarang ditemukan di Magelang, sehingga kayu harus diambil dari wilayah Purworejo, Semarang, dan Temanggung.

Harga kayu kurang lebih Rp 40 sampai 60 juta.

Bentuknya potongan-potongan kayu yang besar.

Kurang lebih kayu itu dapat dibikin lima beduk.

Setelah dikeringkan, bahan kayu itu langsung dikreasikan jadi beduk.

Zaemadi dibantu oleh 10 pekerja perajin beduk.

Begitu kayu sudah terbentuk beduk, tahap selanjutnya adalah pengulitan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved