Tiket Pesawat Mahal Diduga Jadi Penyebab Turunnya Tingkat Keterisian Hotel Berbintang

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Indonesia hanya 52,4 persen pada Februari 2019.

Tiket Pesawat Mahal Diduga Jadi Penyebab Turunnya Tingkat Keterisian Hotel Berbintang
Flemings-hotels.com
Ilustrasi kamar hotel 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Indonesia hanya 52,4 persen pada Februari 2019.

Begitu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang teranyar.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, angka itu turun 3,8 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sementara dibandingkan Januari 2019 naik 0,97 persen poin," ujarnya, Senin (1/4/2019).

Provinsi dengan penurunan tingkat hunian hotel berbintang terbesar terjadi di NTT yakni 13,5 persen poin, Papua 13 persen poin, dan Sumatera Selatan 12,5 persen poin.

BPS tak menyebut alasan penurunan tingkat hunian hotel berbintang.

Namun Suhariyanto mengatakan kemungkinan terjadi perpindahan ke hotel non berbintang.

Namun, BPS tidak memiliki data tingkat hunian hotel non bintang.

Meski begitu penurunan tingkat hunian kamar hotel berbintang bersamaan dengan anjloknya jumlah penumpang pesawat.

Pada Januari-Februari 2019, jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 12,3 juta orang.

Angka ini turun 15,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani menyampaikan keluhan mahalnya harga tiket pesawat.

Hal itu ditengarai menjadi penyebab sepinya kamar-kamar hotel di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tiket Pesawat Mahal jadi Penyebab Tingkat Isian Hotel Berbintang Turun?

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved