Ingatkan Masyarakat Agar Siaga Bencana, BPBD Bantul Akan Gelar Simulasi Bencana Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul akan menggelar tsunami drill atau simulasi bencana tsunami pada 28 April mendatang.

Ingatkan Masyarakat Agar Siaga Bencana, BPBD Bantul Akan Gelar Simulasi Bencana Tsunami
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Dwi Daryanto mengatakan tsunami drill perlu untuk mengingatkan kembali kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana tsunami di kawasan pantai selatan Bantul, Selasa (16/4/2019) siang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul akan menggelar tsunami drill atau simulasi bencana tsunami pada 28 April mendatang.

Simulasi ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang diperingati tiap 26 April.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan tahapan peringatan HKBN ini tidak hanya simulasi saja tapi juga digelar sosialisasi dan kegiatan lainnya.

Kegiatan simulasi nantinya akan dipusatkan di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan dan Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden.

Kata Dwi, dua desa tersebut merupakan desa tangguh bencana di kawasan yang rawan potensi tsunami.

"Dipusatkan di Poncosari dan Gadingsari karena keduanya sudah menjadi desa tangguh bencana sejak lama. Kita ingin mengingatkan kembali warga masyarakat kesiapsiagaan bencana tsunami," ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kabupaten Bantul Suyamto, pada simulasi tersebut akan diikuti oleh 2800 orang yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat.

"Target kami 2800 orang. 2400 masyarakat, 100 pedangang di Pantai dan Pantai Baru, dan 300 aparat pemerintah desa," urainya.

Lanjutnya, berdasar skenario yang telah dibuat, tempat evakuasi sementara (TES) yang digunakan yakni yang berada di dekat Pantai Kuwaru.

"Dievakuasi di tempat evakuasi sementara di Kuwaru. Kita kan punya shelter itu, kita mengingatkan kembali kepada masyarakat supaya tahu (ada shelter). Karena selama ini tidak dipakai," jelasnya.

Selanjutnya, tempat evakuasi akhir (TEA) berada di Lapangan Sorobayan, Desa Gadingsari.

"Jadi pagi masyarakat aktivitas biasa, lalu kita bunyikan sirine. Masyarakat di utara pantai evakuasi kumpul di Lapangan Sorobayan," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved