Gelombang Laut Gunungkidul Tinggi, Tangkapan Ikan Nelayan Alami Penurunan

Gelombang laut di sejumlah perairan selatan Gunungkidul yang sempat tinggi beberapa hari lalu membuat tangkapan ikan nelayan mengalami penurunan.

Gelombang Laut Gunungkidul Tinggi, Tangkapan Ikan Nelayan Alami Penurunan
Kompas.com/Iqbal Fahmi
Perahu nelayan menerjang gelombang tinggi di perairan Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah 

TRIBUNTRAVEL.COM - Gelombang laut di sejumlah perairan selatan Gunungkidul yang sempat tinggi beberapa hari lalu membuat tangkapan ikan nelayan Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul mengalami penurunan.

Hal tersebut diutarakan oleh Sukamto, nelayan Pantai Baron, Selasa (26/3/2019).

"Hanya sebesar 45-60 persen nelayan yang melaut, satu kapal hanya mampu menagkap ikan sebanyak 10 kilogram hingga 20 kilogram," katanya pada Tribunjogja.com.

Nelayan kebanyakan mendapatkan ikan lele laut dan ikan campur dengan harga perkilonya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Ia menambahkan pada bulan-bulan ini memang belum masuk musim panen ikan.

“Pascabencana banjir dan cuaca ekstrem, paceklik ikan melanda nelayan pantai selatan. Dan karena takut merugi, nelayan memilih untuk berhenti melaut,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain beberapa hari lalu gelombang sempat naik, faktor cuaca yang kurang bersahabat juga membuat nelayan tidak beraktivitas.

Angin beberapa hari lalu juga cukup kencang dan dapat menimbulkan gelombang pasang yang membahayakan para nelayan.

"Saat gelombang meninggi ikan-ikan yang nilai jualnya bagus menghilang seperti tongkol, layur.  Saat libur seperti ini digunakan untuk memperbaiki mesin kapal dan jaring yang rusak terdampak banjir,” imbuhnya.

Ia menambahkan akibat dari menurunnya hasil tangkapan menyebabkan harga ikan segar mengalami kenaikan, kenaikan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per kilogramnya.

Sementara itu Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan pada tanggal 24 Maret 2019 lalu, gelombang di Pantai Selatan Gunungkidul mengalami kenaikan setinggi 7,5 feet. 

"Namun sekarang gelombang sudah mulai landai sedangkan untuk cuaca tadi pagi cerah dan sore ini berawan, angin saat ini angin diam tidak kencang. Yang jelas saat ini pantai aman untuk dikunjungi bagi para wisatawan," katanya.

Ia menambahkan, setelah gelombang landai nelayan sudah mulai berani melaut kembali.

Tangkapan ikan para nelayan yang menurun, lanjutnya, disebabkan beberapa faktor, seperti cuaca dan belum masuk musim panen ikan.

"Akibat banjir kemarin, satu kapal di Pantai Baron mengalami rusak ringan tetapi sudah diperbaiki, yang terparah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu adalah Pantai Ngrenehan. Banyak kapal rusak di sana, bahkan beberapa ada yang hilang," tutupnya

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Akibat Gelombang Laut yang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Alami Penurunan Tangkapan Ikan

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved