Desa Pinggan Kintamani, Wisata Alam di Bali yang Populer dengan Panorama Sunrise dan Kabut

Bali tak cuma dikenal dengan pantainya yang indah, melainkan juga lanskap pedesaan yang masih alami. Desa Pinggan salah satunya.

Desa Pinggan Kintamani, Wisata Alam di Bali yang Populer dengan Panorama Sunrise dan Kabut
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pemandangan dari atas bukit Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali. 

Mengutip dari kintamani.id, Desa Pinggan merupakan spot terbaik di Kintamani untuk menyaksikan matahari terbit.

Traveler yang ingin menyaksikan matahari terbit di Desa Pinggan, bisa datang kira-kira pukul 05.30 WITA.

Ini karena sunrise akan mulai terlihat di Desa Pinggan mulai pukul 06.00 WITA.

Selain sunrise, fenomena menakjubkan yang bisa dilihat di Desa Pinggan adalah kabut.

Karena berada di ketinggian membuat Desa Pinggan terlihat bagai berada di atas awan.

Sebagai informasi, pesona kabut di Bukit Pinggan terjadi pukul 04.00 sampai 06.00 WITA.

Karena sunrise dan kabut inilah, Desa Pinggan banyak diunjungi wisatawan bahkan fotografer yang ingin mengabadikan keindahan tersebut.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Desa Pinggan?

Jika ingin menyaksikan sunrise sekaligus kabut, traveler sebaiknya tidak datang saat musim penghujan.

"Bulan terbaik untuk menikmati sunrise dan kabut di Desa Pinggan adalah sekitar bulan September-November," informasi yang tertulis dalam laman kintamani.id.

Diwartakan Tribun Bali, menikmati matahari terbit dari Desa Pinggan juga tak dipungut biaya.

Jika beruntung akan terlihat pemandangan perkampungan yang berada di lembah Gunung Batur.

 (TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Ikuti kami di
Penulis: Sinta Agustina
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved