Breaking News:

Keberadaan Bangunan Penginapan di Pantai Glagah Ancam Keselamatan Bandara NYIA

Di pesisir pantai selatan NYIA itu, khususnya di kawasan Pantai Glagah memang terdapat belasan bangunan fasilitas penginapan dengan ratusan unit kamar

Dok AP 1
Progres pembangunan terminal internasional NYIA hingga awal Februari 2019. 

Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata saat ini memang sudah menyelesaikan penyusunan Detailed engineering Design (DED) penataan kawasan Pantai Glagah menjadi destinasi wisata air dan kuliner baru berkelas internasional.

Area yang jadi fokus pengembangan sesuai rencana penataan itu antara lain area sekitar laguna dan sisi timur kawasan pantai seluas sekitar 56,9 hektare yang saat ini juga menjadi titik utama keramaian wisatawan.

Sedangkan lahan di sisi barat, dari Glagah hingga Congot seluas sekitar 78,5 hektare akan digunakan sebagai green barrier/green belt bagi NYIA dengan menjadi kawasan hutan cemara udang.

Rencana penataan itu sempat memunculkan sikap protes dari para pelaku usaha di kawasan tersebut yakni para petambak, pemilik penginapan, dan warung-warung.

Mereka khawatir tergusur dan kehilangan sumber nafkahnya serta menuding pemerintah tak pernah mengkomunikasikan rencana tersebut.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan rencana penataan itu saat ini sifatnya masih berupa konsep berbentuk Detailed engineering Design (DED) dan proyeknya dimungkinkan baru mulai berjalan di 2020 atau setelahnya.

Sosialisasi akan dilakukan sebelum proses penataan itu dimulai.

Namun, ia menegaskan bahwa bangunan penginapan serta areal tambak di selatan NYIA itu tetap harus digusur karena ilegal, terutama karena menyalahi tata ruang mengingat lokasinya ada di lahan yang bukan peruntukannya.

Ia mengaku sudah mendatangi warga yang memiliki bangunan atau aktivitas usaha di kawasan Pantai Glagah dan warga sudah menyanggupi untuk pindah jika sewaktu-waktu lahan tersebut akan dipakai oleh pemerintah.

Apalagi, lahan tersebut juga harus disterikan untuk jadi bagian dari mitigasi bencana serta mendukung operasional NYIA sebagai areal sabuk hijau.

"Mereka punya keinginan untuk didengarkan dan harus dicarikan solusinya. Namun, mitigasi bencana juga tetap diperlukan,"kata Hasto.

Ketua Paguyuban Penginapan Pantai Glagah, Bento Sarino mengatakan saat ini ada sekitar 18 bangunan penginapan yang berdiri dengan sekitar 200 unit kamar.

Ia menilai usaha penginapan itu menjadi pendukung pariwisata di Pantai Glagah sebagai akomodasi bagi wiusatawan luar daerah untuk menginap.

Bahkan, sebagian kamar inap itu kini juga difungsikan sebagai kamar kos bagi para pekerja di proyek pembangunan NYIA.

Ia mempertanyakan sikap pemerintah jika penginapan itu bakal digusur.

"Penginapan kan ada kaitannya dengan wisata. Kalau tidak ada penginapan, apa (wisatawan) yang dari jauh mau menginap di tempat parkir? Kan enggak," kata Bento.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Penginapan di Pantai Glagah Ancam Keselamatan Bandara NYIA, //jogja.tribunnews.com/2019/03/18/penginapan-di-pantai-glagah-ancam-keselamatan-bandara-nyia?page=all.
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti

Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved