Breaking News:

Angkasa Pura I Akui Terjadi Penurunan Penumpang hingga 14 Persen karena Tingginya Harga Tiket

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menambahkan, dari 13 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I (Persero) penurunannya bervariasi.

KOMPAS / IWAN SETIYAWAN
Calon penumpang memasuki ruang tunggu keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (1/3/2015). Mulai 1 Maret, Bandara Juanda dan 12 bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura I menerapkan pungutan jasa layanan penumpang yang sudah masuk dalam harga tiket penumpang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dampak tingginya harga tiket pesawat terbang beberapa waktu lalu berimbas terhadap turunnya pengguna jasa transportasi udara periode yang sama jika dibandingkan tahun lalu.

“Kalau secara keseluruhan dari Januari-Februari memang terjadi penurunan sekitar 14 persen. Tetapi khusus untuk di Bandara Ngurah Rai tidak terjadi penurunan bahkan meningkat,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, Senin (18/3/2019) di Bali.

Faik Fahmi menambahkan, dari 13 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I (Persero) penurunannya bervariasi.

Tetapi yang paling signifikan penurunannya adalah di Bandara Adi Sumarmo Solo Jawa Tengah.

“Dari data kemarin yang paling parah memang di Solo. Di Solo itu sampai 38 persen penurunannya. Namun saat ini seluruhnya mulai recovery (mulai naik), tapi masih ada beberapa yang lebih rendah di periode sama dibanding tahun sebelumnya. Tetapi gep (perbedaannya) tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Faik mengungkapkan, pihaknya menjalin komunikasi dengan Airline mendorong kenaikan dan Angkasa Pura I memiliki program-program untuk bisa meningkatkan frekuensi penumpang dari mulai program insentif, membebaskan landing fee bagi Airline dalam membuka penerbangan baru di rute-rute Angkasa Pura I.

“Intinya kami men-support bagaimana agar Airline ini bisa mengembalikan existing mereka (mendatangkan penumpang) untuk lebih baik lagi,” imbuh Faik.

Saat disinggung apakah penurunan ini diakibatkan adanya cancel flight sejumlah Airline atau maskapai.

Faik Fahmi menyampaikan pihaknya kurang memahami hal tersebut karena itu merupakan policy dari masing-masing Airline.

“Saya tidak tahu itu ya, tapi ketika saya berkomunikasi dengan beberapa Airline, ya. Pesawat kan memerlukan maintenance dan mereka selalu mengambil periode maintenance itu, di mana penumpang sedikit. Januari-Februari periode baguslah untuk maintenance, tidak hanya masalah komersial semata menurut saya,” papar Faik.

Sementara itu berdasarkan pada data statistik Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) periode Januari - Februari 2019, tercatat sebanyak 3.603.624 penumpang keluar masuk Pulau Dewata melalui bandara kebanggaan warga Bali tersebut.

Dengan catatan jumlah penumpang di periode Januari - Februari 2018 sebanyak 3.332.233 penumpang, tercatat terdapat kenaikan jumlah penumpang sebanyak 271.391 atau naik sebesar 8 persen.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim.

“Dapat kami sampaikan bahwa hingga bulan Februari ini, jumlah penumpang yang kami layani adalah sebanyak 3,6 juta penumpang, atau naik sekiranya 8 persen jika dibandingkan dengan catatan periode yang sama di tahun 2018 lalu,” ujar Arie, Minggu (10/3/2019) lalu.

Akan tetapi, berkebalikan dengan catatan jumlah penumpang, terdapat sedikit penurunan dalam catatan jumlah pesawat udara yang dilayani selama periode Januari - Februari.

Dibanding dengan tahun lalu, di mana jumlah pesawat yang terlayani adalah sebanyak 24.855 pesawat, di tahun ini terjadi sedikit penurunan sebesar 2 persen.

“Benar, terjadi penurunan dalam catatan jumlah pergerakan pesawat udara. Dibanding tahun lalu, jumlah pergerakan pesawat tahun ini adalah sebanyak 24.352 pergerakan pesawat, atau turun sebanyak 503 pergerakan pesawat,” lanjut Arie.

Jika dirata-rata, dalam seharinya, terdapat 61.078 penumpang yang diangkut oleh 413 pesawat udara yang keluar masuk Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Dampak Tingginya Harga Tiket, Angkasa Pura I Akui Terjadi Penurunan Penumpang hingga 14 Persen

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved