Canggih, Sebuah Startup Jepang Kembangkan Teknologi untuk Deteksi Orang yang Ingin Mencuri

VaakEye diketahui mampu menganalisis lebih dari 100 faktor yang berbeda, mulai dari wajah, pakaian, gerakan, perilaku keseluruhan.

Canggih, Sebuah Startup Jepang Kembangkan Teknologi untuk Deteksi Orang yang Ingin Mencuri
VaakEye
Sebuah Startup Jepang kembangkan sebuah software untuk mendeteksi rencana pencurian 

 TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah startup teknologi Jepang mengklaim bahwa mereka telah mengembangkan kecerdasan buatan yang mampu menganalisis rekaman kamera pengawas.

Melalui Artificial Intelligence (AI) ini, melalui rekaman cctv ini mereka bisa mendeteksi perilaku yang mencurigakan dan mencegah orang untuk mencuri di sebuah toko.

Startup Jepang yang bernama Vaak ini mengembangkan software yang bernama VaakEye sebuah AI untuk mendeteksi orang sebelum mencuri.

VaakEye menganalisis rekaman kamera pengawas untuk gerakan mencurigakan dan perilaku terpisah orang-orang yang terperangkap dalam bidang pandang kamera.

Sebuah Startup Jepang kembangkan sebuah software untuk mendeteksi rencana pencurian
Sebuah Startup Jepang kembangkan sebuah software untuk mendeteksi rencana pencurian (VaakEye)

Jika algoritma memutuskan bahwa ada kemungkinan pengutilan seseorang yang cukup tinggi, itu mengirimkan peringatan melalui aplikasi smartphone sehingga kejahatan dapat dicegah.

VaakEye pertama kali menjadi berita utama pada bulan Desember 2018 lalu ketika ia menangkap kegiatan mengutil yang sebelumnya tidak terdeteksi di sebuah toko di Yokohama.

Tersangka, seorang pria berusia 80 tahun, ditangkap beberapa hari kemudian setelah mencuri topi.

Pada saat ini, Vaak sedang menguji perangkat lunaknya di beberapa toko di daerah Tokyo dan berencan akan menginstalnya di 100.000 toko di seluruh Jepang dalam tiga tahun ke depan.

Dilansir dari Oddity Central, Pendiri Vaak, Ryo Tanaka mengatakan bahwa Vaak telah mengambil sebuah langkah penting untuk mencegah kejahatan dengan kecerdasan buatan.

Diketahui bahwa VaakEye adalah sebuah software yang didasarkan pada algoritma kompleks yang mempelajari dari lebih dari 100.000 jam rekaman pengawasan dari cctv.

Tidak hanya itu, VaakEye juga menganalisis lebih dari 100 faktor yang berbeda, mulai dari wajah, pakaian, gerakan, perilaku keseluruhan.

Kemudian juga menganalisis data makro seperti insiden kejahatan di area toko. terletak di, atau kondisi cuaca saat ini.

VaakEye dilaporkan telah membantu mendeteksi setidaknya 7 pengutil dalam pengujian yang terjadi pada 12 Desember 2018 lalu.

Namun, VaakEye tidak dimaksudkan untuk membantu polisi menangkap pengutil setelah mereka melakukan kejahatan, tetapi membantu pemilik bisnis mencegah kejahatan tersebut dilakukan.

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved