Kim Jong-un Pilih Naik Kereta 60 Jam untuk Bertemu Donald Trump di Hanoi, Ini Alasannya

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un sedang dalam perjalanan ke Hanoi, Vietnam, untuk pertemuan keduanya dengan Presiden AS, Donald Trump minggu ini.

Kim Jong-un Pilih Naik Kereta 60 Jam untuk Bertemu Donald Trump di Hanoi, Ini Alasannya
Fox News
Kim Jong-un pilih naik kereta selama 60 jam menuju Hanoi, daripada naik pesawat 

Jarak garis lurus antara Pyonyang dan Hanoi adalah 4.500 kilometer.

Para ahli menduga, alasan Kim naik kereta ke Hanoi karena kakeknya, Kim Il-sung, pendiri Korea Utara, melakukan perjalanan untuk kunjungannya ke Vietnam pada tahun 1958 dan 1964, menggunakan pesawat terbang dan kereta api untuk mencapai Hanoi melalui China.

Kim sering terlihat meniru kakeknya untuk memperkuat gagasan bahwa ia adalah penerus rezim Kim.

Saat kereta melewati China, perjalanan itu juga dipandang sebagai cara bagi Korea Utara untuk menjalin hubungan dekat dengan sekutunya.

Kereta lapis baja juga dianggap sebagai pilihan yang lebih aman bagi Kim.

Kim Jong-un
Kim Jong-un (unilad.co.uk)

Pasalnya, jet negara Korut, Chammae-1 sudah tua dan mereka kekurangan pilot berpengalaman.

Chammae-1 adalah IL-62M era Soviet, yang mampu menempuh jarak hingga 10.000 kilometer.

Ketika Kim melakukan perjalanan ke Singapura pada KTT pertama dengan Trump pada Juni 2018 lalu, ia menyewa pesawat dari pemerintah Cina.

Tak Hyun-min, mantan pembantu presiden untuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan naik kereta sebagai pilihan yang baik bagi para pemimpun.

"Pertama, transportasi Kim bisa menjadi berita. Rombongan Kim membuat banyak cerita karena akan terlihat banyak tentara berbaris di stasiun. Bepergian dengan kereta api dari Korea Utara ke Vietnam juga memberi makna historis," tulis Tak Hyun-min dalam posting Facebook-nya pada hari Senin (25/2/2019).

"Perlu diketahui pula, jalur kereta api di Pyongyang terhubung sepanjang jalan ke Vietnam, itu membangkitkan pemikiran bahwa kereta yang berangkat dari Busan bisa melewati Pyongyang untuk mencapai negara-negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved