Sultan Minta Pelaku Vandalisme di Museum Serangan Umum 1 Maret Diproses Hukum

Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta penegak hukum bisa memberikan sanksi tegas pada pelaku aksi Vandalisme di Museum Serangan Umum 1 Maret

Sultan Minta Pelaku Vandalisme di Museum Serangan Umum 1 Maret Diproses Hukum
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Koordinator Konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Darsono menunjukkan relief yang dicorat-coret oleh oknum tak bertanggungjawab di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Selasa (19/2/2019) 

TRIBUNTRAVEL.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta penegak hukum bisa memberikan sanksi tegas pada pelaku aksi Vandalisme di Museum Serangan Umum 1 Maret.

Aksi tangan jahil ini disebut Sultan HB X sebagai aksi yang merugikan.

“Kalau ketangkap diproses saja. Kemarin ada yang (pernah) ketangkap to,” katanya di Kepatihan, Rabu (20/2/2019).

Aksi corat-coret itu, ujar Sultan tidak mungkin dilakukan secara individu namun berkelompok.

Aksi itu sebagai bentuk kebanggaan namun justru merugikan.

Bahkan, menurut Sultan aksi ini sudah ada di generasinya.

"Aksi vandalisme dari generasi saya, yo ana. Mereka tidak mungkin individu, pasti berkelompok untuk kebanggaan diri tapi bikin kotor," kata Sultan.

Menurut Sultan, vandalisme ini sudah merusak dan mengotori tempat-tempat yang harusnya bersih.

Meski menilai aksi tidak terpuji itu sebagai luapan emosi anak muda, namun tidak sepantasnya mereka melakukannya.

“Tidak cukup dengan memanggil orang tua saja. Ini sudah mengotori dan perlu diproses, diproses (hukum) saja,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Sultan Minta Pelaku Vandalisme di Museum SO1 Diproses Hukum

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved