Breaking News:

Liburan ke Melaka Malaysia? Intip Beragam Objek Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi dalam Waktu Sehari

Liburan ke Melaka Malaysia? Intip Beragam Objek Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi dalam Waktu Sehari

Instagram/ruth_ns
Christ Church Melaka 

Di seberang taman tersebut, mengalirlah Sungai Melaka.

Kompleks bangunan The Standthuys difungsikan sebagai Museum Sejarah dan Etnografi.

Saat berada di taman pusat kota itu, berhentilah sejenak di depan Christ Church, yang menjadi ikon wisata di tempat itu.

Gereja anglikan tahun 1753 ini dibangun oleh era Belanda di Melaka.

Depan gereja ini menjadi salah satu lokasi favorit berfoto wisatawan.

Jika ingin mengenal sejarah gereja itu, wisatawan bisa berkunjung ke kantor gereja yang berada di samping bangunan utama gereja tersebut.

Di depan kantor itu juga tersedia cerita terbangunnnya gerejatersebut.

Setelah melihat bangunan gereja merah itu, bisa dilanjutkan dengan melihat The Standthuys yang berjarak beberapa puluh langkah dari gereja merah.

Masuklah ke bangunan yang difungsikan sebagai Museum Sejarah dan Etnografi Melaka itu.

Untuk masuk ke museum, pengunjung dewasa non kewarganegaraan Malaysia terkena tarif 10 RM.

Di dalam museum itu, wisatawan bisa mengetahui sejarah Melaka dari Era Portugis (1511 - 1641), Belanda (1641 - 1824), Inggris (1824 - 1957), dan Jepang (1942 - 1945), juga sejarah tentang kehidupan masyarakat Melaka mulai dari arstitektur rumah, dan tradisinya.

Memasuki museum itu juga jangan lupa mendatangi Museum Laksamana Cheng Ho.

Dari area utama Museum Sejarah untuk menuju Museum Laksamana Cheng Ho, wisatawan sebaiknya menikmati lansekap bangunan itu.

Karena lansekap bangunan museum itu bisa dipandang dari lokasi lebih tinggi di dekat pintu masuk Museum Laksamana Cheng Ho.

Dan pemandangan mengesankan pada seluruh bangunan akan terlihat.

Merah, anggun, dan terjaga baik berpadu dengan langit biru.

Dari Museum Laksamana Cheng Ho, keluarlah lewat jalur di sampingnya.

Menyusuri jalur pejalan kaki, wisatawan bisa menuju perbukitan di belakang kawasan museum tersebut.

Di perbukitan itu terletak reruntuhan bangunan gerejaSt Paul.

Gereja St Paul merupakan gereja Katolik tertua yang ada di Asia Tenggara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved