Breaking News:

Rekomendasi Wisata

Tempuran Banyu Kencono, Objek Wisata Baru di Bantul yang Padukan Wisata Alam dan Sejarah Mataram

Tempuran Banyu Kencono, Objek Wisata Baru di Bantul yang Padukan Wisata Alam dan Sejarah Mataram

Instagram/watii_yk_95
Keindahan Tempuran Banyu Kencono 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Bantul terus berbenah untuk mengembangkan ragam potensi wisata.

Satu di antaranya ada di Dusun Karet, Desa/Kecamatan Pleret, Jogja yang bernama Tempuran Banyu Kencono.

Konsep yang ditawarkan dengan memadukan antara wisata alam susur Sungai Opak dan sejarah Kerajaan Mataram.

"Berkunjung ke Tempuran Banyu Kencono, wisatawan bisa menikmati situs purbakala peninggalan sejarah Kerajaan Mataram berkeliling pakai andong. Bisa juga wisata susur sungai Opak dengan naik perahu," kata Ketua Pengelola Wisata Tempuran Banyu Kencono, Sholeh, saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi wisata, Senin (4/2/2019).

Dia menjelaskan wilayah kecamatan Pleret menyimpan banyak sejarah Mataram.

Terbukti dengan ditemukan beberapa peninggalan sejarah.

Antara lain Situs Kerto berupa umpak bebatuan yang konon merupakan peninggalan dari Keraton Mataram Kuno.

Ada juga Museum Sejarah Purbakala Pleret.

Di dalam museum tersebut menyimpan sejumlah benda-benda bersejarah, yakni peninggalan dari Kerajaan Mataram.

"Harapan kita, wisata sejarah itu bisa kita sinergikan dengan kawasan Tempuran Banyu Kencono," ungkap dia.

Ada lima andong yang setiap hari standby di tempuran Banyu Kencono yang siap mengantarkan wisatawan.

Harganya cukup murah.

Perjalanan sepanjang dua kilometer hanya dibanderol sebesar Rp 5.000.

Lebih lanjut, Sholeh mengungkapkan Tempuran Banyu Kencono merupakan satu tempat pertemuan antara muara Sungai Gajah Wong dengan Sungai Opak.

Konon, masih menurut dia, lokasi bertemunya dua sungai besar di Yogyakarta ini zaman dahulu menjadi tempat berkumpulnya para ulama zaman kerajaan, sehingga sebagian orang masih percaya bahwa tempat tersebut cukup keramat.

Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, Tempuran Banyu Kencono dipenuhi dengan kebun empring atau Bambu.

Namun kini sudah cukup bersih disulap menjadi tempat wisata.

"Tempat ini dibuka sebagai tempat wisata belum lama. Baru sekitar satu tahun silam," ungkapnya.

Selain menikmati wisata sejarah, berkunjung ke Tempuran Banyu Kencono, pengunjung bisa mencoba sensasi susur Sungai Opak.

Ada lima perahu yang disiapkan untuk mengantar wisatawan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved