Selain Mabuk dan Picu Keributan, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Penumpang Diturunkan Paksa dari Pesawat

Selain mabuk dan picu keributan, ada banyak hal dan kondisi ekstrem yang bisa membuat penumpang terpaksa diturunkan dari pesawat.

Selain Mabuk dan Picu Keributan, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Penumpang Diturunkan Paksa dari Pesawat
Pexels
Ilustrasi kabin pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Belum lama ini viral beredar video penumpang wanita mabuk dan membuat keributan diturunkan dari pesawat Garuda Indonesia.

Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, tampak perempuan berpakaian biru berusaha ditenangkan oleh dua kru kabin, mengutip laman Kompas.com.

Kru pesawat berupaya menahan perempuan berbaju biru tersebut.

Namun, keributan terus terjadi.

Hingga akhirnya, seorang pria mengenakan seragam berwarna putih yang diduga pilot pesawat berteriak meminta agar seluruh penumpang diam.

Pria itu tampak menahan perempuan tersebut dengan memegang pundak sembari memberitahukan bahwa dia yang memiliki wewenang di dalam pesawat.

Manajemen Garuda Indonesia mengonfirmasikan kejadian itu terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 863 rute Hong Kong-Jakarta, Kamis (27/12/2018) lalu.

Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan, pada saat boarding, penumpang yang duduk di kursi 40 K melakukan keributan karena kakinya terinjak oleh anak kecil. Dari mulut penumpang itu tercium bau alkohol.

"Ketiga petugas cabin crew berusaha menenangkan, diketahui ternyata penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkohol pada saat penumpang berbicara," ujar Ikhsan melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/12/2018).

Penumpang itu sempat melakukan perlawanan sehingga pilot melakukan tindakan tegas.

Dengan pertimbangan keselamatan penumpang lainnya, maka penumpang tersebut diturunkan dari pesawat.

Ikhsan mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh awak pesawat dengan menurunkan penumpang dari pesawat sudah sesuai dengan prosedur

Selain mabuk dan picu keributan, ada banyak hal dan kondisi ekstrem yang bisa membuat penumpang terpaksa diturunkan dari pesawat.

Berikut TribunTravel.com telah merangkumnya dari laman Cheat Sheet.

1. Bau badan.

Setiap orang memang memiliki aroma khas dari tubuhnya, tetapi ada beberapa yang punya problem bau badan yang cukup mengganggu.

Disarankan, sebelum naik pesawat mandi dan jaga kebersihan tubuh.

Sebab, bau badan tidak sedap dapat menyebabkan seorang penumpang diturunkan paksa dari pesawat terbang.

2. Berat badan berlebih

Bagi pihak maskapai, ada istilah khusus untuk merujuk penumpang dengan berat badan berlebih: 'passengers of size.'

Jika penumpang dengan berat badan berlebih tidak membeli dua tiket kursi pesawat, kemungkinan besar mereka akan ditolak masuk pesawat..

Kursi pesawat memang berukuran kecil dan prosedur keselamatan mewajibkan semua penumpang untuk memasang sabuk pengaman saat take-off atau landing.

Oleh karenanya, penumpang yang memiliki berat badan berlebih sebaiknya menghubungi maskapai terlebih dahulu untuk berjaga-jaga sebelum terbang.

3. Mengumpat

Mengumpat atau mengeluarkan kata-kata kotor dapat membuatmu 'ditendang' keluar dari pesawat.

Sebaiknya, jagalah kata-kata dan ucapan dengan baik dan sopan, apalagi jika ada anak kecil di dalam kabin.

4. Berpakaian tidak pantas

Pakaian memang hal yang subyektif, tetapi pakaian yang terlalu ribet atau malah terlalu seksi dapat membuat seorang penumpang tidak diperbolehkan masuk pesawat.

Pastikan kamu mengenakan pakaian yang nyaman, sopan, praktis, dan tidak menyertakan kalimat atau gambar yang ofensif alias menyinggung.

5. Tidak menghormati kru kabin dan mengabaikan instruksi keselamatan

Ketika ada penumpang yang bersikap tidak sopan kepada kru kabin, kemungkinan besar ia akan diturunkan dari pesawat.

Begitu pula dengan penumpang yang mengabaikan instruksi keselamatan.

Instruksi keselamatan harus diperhatikan dengan baik.

Bahkan, tindakan menyela presentasi tentang instruksi keselamatan yang sepele, seperti komentar sarkastik, dapat membuat penumpang diturunkan dari pesawat.

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved